MERAHPUTIH I SURABAYA - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan berkomitmen hapus tindakan kekerasan atau _zero violence_ di lingkungan kampus dibawah naungan Kemenhub. Upaya ini terus disosialisasikan kepada para taruna/taruni dan civitas akademika yang ada di kampus/sekolah tinggi perhubungan (darat, laut, udara) se-Indonesia.
Kepala BPSDMP Djoko Sasono turun langsung ke kampus-kampus untuk memberikan pengarahan kepada taruna/taruni untuk memastikan komitmen mereka sepakat hapus tindakan kekerasan dalam bentuk apapun.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Seperti di Kampus Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya, Jumat (28/07/2023) sore, Djoko Sasono mengumpulkan manajemen dan taruna/taruni dari beberapa kampus. Mulai dari Poltekbang Surabaya, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya dan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh.
Dihadiri lebih dari 700 taruna/taruni dan pihak manajemen kampus, Djoko membuka pengarahan dengan mengingatkan pentingnya kasih sayang yang didapatkan setiap individu sejak kecil hingga tumbuh dewasa seperti sekarang. Terutama kasih sayang yang berasal dari keluarga masing-masing.
“Saya yakin kita semua lahir dengan rasa cinta dan dibesarkan dengan kasih sayang. Ibu kita, ayah kita ingin kita tumbuh dengan kasih sayang. Ayo ingat kembali memori kalian. Saya ingin kita semua menghargai kepercayaan orang tua kalian, bahwa kalian masuk disini, dengan menjadi taruna/taruni disini kan modalnya rasa percaya yang diberikan oleh orangtua. Mereka rela melepas kalian untuk menuntut ilmu dengan menjadi taruna/taruni dan jauh dari mereka. Maka hargai kepercayaan mereka. Kekerasan tidak boleh lagi ada di kampus-kampus BPSDM Perhubungan, sepakat?,” ujar Kabadan Djoko Sasono tegas dihadapan para taruna/taruni.
Menanggapi hal itu, para taruna/taruni kompak menjawab dengan kata sepakat. “Sepakat,” jawab taruna/taruni.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Tindakan kekerasan, lanjut Djoko, tidak ada manfaatnya. Terlebih dilakukan di lingkungan kampus. “Kekerasan adalah sesuatu yang tidak beradab. Kita ini kan sudah punya peraturan-peraturan. Adanya peraturan untuk menjadikan kita menjadi manusia punya kehidupan yang lebih baik. Kekerasan justru melahirkan kebencian, dendam dan segala macam hal buruk. Maka, stop kekerasan, budayakan zero violence. Dengan rasa kasih sayang kita wujudkan prestasi,” pesan dia.
Bentuk keseriusan membudayakan _zero violence_ juga ditunjukkan dengan adanya penandatanganan Komitmen Bersama Pendidikan dan Pengasuhan Menyatakan Terus Menjaga Kampus Humanis yang Menerapkan Stop Kekerasan. Kali ini yang melakukan penandatanganan komitmen tersebut adalah Civitas Akademika dari Poltekpel Surabaya.
Mulai dari Direktur Poltekpel Surabaya, perwakilan dosen, perwakilan pegawai, perwakilan pengasuh dan perwakilan taruna.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Sementara itu, Direktur Poltekbang Surabaya Agus Pramuka juga mengapresiasi upaya gencarnya sosialisasi dan komitmen dari Kepala BPSDMP Djoko Sasono untuk menciptakan _zero violence_ di lingkungan kampus/sekolah tinggi perhubungan.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya upaya Bapak Kabadan mengawal hal ini. Beliau memberikan motivasi dan mengingatkan kepada kami semua. Kami juga manajemen (Poltekbang Surabaya), pengasuh terus mengingatkan kepada taruna/taruni kita agar bersikap dewasa dan menghindari cara-cara kekerasan. Kampus kita bukan militer, kita menegakkan disiplin tapi tidak memakai cara-cara kekerasan. Insya Allah kami siap mewujudkan _zero violence_,” tutup Agus.(red)
Editor : prass prasetyo