MERAHPUTIH I MALANG — Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, didampingi oleh CEO dan Ketua Umum Yayasan King's Singhasari, David Santoso, meninjau berbagai fasilitas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Malang. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai perkembangan sektor ekonomi digital dan pendidikan di kawasan tersebut.
Adhy Karyono mengungkapkan kebanggaannya terhadap KEK Singhasari, yang merupakan KEK pertama di Indonesia yang difokuskan pada pengembangan ekonomi digital. Menurutnya, kawasan ini memiliki potensi besar dalam mencetak talenta digital yang siap bersaing di pasar global.
Baca juga: Dindik Jatim Galang Dana untuk Pulihkan Pendidikan Korban Banjir Bandang di Sumatera dan Aceh
"KEK Singhasari menjadi kebanggaan Jawa Timur, terutama dalam membangun ekosistem digital yang terintegrasi. Kami dari Pemprov Jatim akan mendukung penuh pengembangan akses pasar dan ekosistem di sini," ujar Adhy.
Selama kunjungannya, Adhy meninjau beberapa fasilitas, seperti Coding Factory, Animation Factory, Film Factory, dan ruang kelas di Kampus King’s College London (KCL). Ia menegaskan pentingnya pengembangan lebih lanjut KEK Singhasari untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja digital di Indonesia.
"Saat ini, hampir seluruh kota di Indonesia memerlukan talenta di bidang digital dan animasi. KEK Singhasari memiliki keunggulan khusus dalam menyuplai kebutuhan ini dengan layanan digital terintegrasi," tambahnya.
Adhy juga menekankan bahwa keberadaan KEK Singhasari selaras dengan pertumbuhan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) di Jawa Timur, yang telah melampaui rata-rata nasional. Peningkatan pemahaman dan pemanfaatan layanan digital di kalangan masyarakat memberikan peluang besar bagi industri animasi dan film untuk berkembang.
Lebih lanjut, KEK Singhasari juga akan berperan penting dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur. Dengan adanya program inkubasi kreatif, UMKM dapat mengembangkan produk yang lebih inovatif dan layak secara komersial melalui intervensi teknologi digital.
Baca juga: Khofifah Dorong Camat dan Perangkat Desa Jemput Bola Sukseskan Program Nasional
"Dengan inkubasi di sini, produk UMKM akan melalui tahap penelitian dan pengembangan yang memastikan kelayakan di pasar," jelasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Adhy menyatakan optimismenya bahwa KEK Singhasari akan menjadi "Silicon Valley" Jawa Timur, dengan fokus pada inovasi digital dan pengembangan produk berstandar internasional. Ia juga menyebutkan pentingnya dukungan dari SMK Unggul bidang Animasi dan Digital, yang merupakan yang pertama di Indonesia, sebagai bagian dari ekosistem KEK Singhasari.
David Santoso, CEO Yayasan King's Singhasari, juga menyampaikan harapannya agar KEK Singhasari terus berkembang sebagai pusat unggulan digital. Menurutnya, kawasan ini memiliki potensi besar mengingat jumlah perguruan tinggi dan SMK yang tinggi di Malang, serta demografi usia mudanya yang mendukung terciptanya talenta digital.
"KEK Singhasari mengambil peran besar dalam pengembangan digital di Indonesia. Kami berkomitmen menjadikan Malang sebagai barometer pengembangan talenta digital di masa depan," tutup David.
Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya
Dengan segala potensi dan fasilitas yang ada, KEK Singhasari diharapkan menjadi pusat inovasi digital yang mampu membawa perubahan besar bagi ekonomi digital di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. (red)
Editor : prass prasetyo