Pentingnya Sistem Double Track dalam Mempersiapkan Generasi Muda Menghadapi Tantangan Dunia Kerja

harianmerahputih.id
Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

MERAHPUTIH I SURABAYA - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim), Aries Agung Paewai, menyampaikan pandangan kritisnya terhadap generasi muda masa kini, yang disebutnya sebagai Generasi Strawberry, dalam acara Millenial Entrepreneur Award 2024 di Graha ITS Surabaya, Selasa (22/10). Menurut Aries, generasi ini cenderung kurang tangguh dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, usaha, dan industri.

"Saya melihat Generasi Strawberry ini kurang siap dalam memasuki dunia kerja dan industri. Mereka tidak cukup tangguh," ujarnya di hadapan para wartawan.

Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat

Pandangan Aries tersebut menjadi sorotan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang telah merancang berbagai program untuk membantu generasi muda, terutama melalui program double track. Program ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan khusus bagi lulusan SMA, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja, meskipun tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dengan konsep double track, para siswa SMA tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga dibekali dengan keterampilan praktis seperti tata rias, tata boga, dan elektronik. Hal ini diharapkan mampu memberikan jalan bagi para lulusan SMA untuk menjadi mandiri dan berdaya saing di dunia kerja.

“Misalnya, mereka mendapatkan keterampilan di bidang tata rias atau elektronika. Jadi saat lulus, mereka tidak hanya memiliki ijazah SMA, tapi juga keterampilan yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja," jelas Aries.

Seiring dengan semakin sempitnya peluang kerja, Aries menekankan pentingnya keterampilan tambahan ini bagi para lulusan SMA. Ia menyoroti bahwa banyak lulusan yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi, sehingga pembekalan keterampilan melalui program double track menjadi solusi strategis.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Pemprov Jatim juga gencar memperluas penerapan sistem double track ke sekolah-sekolah di berbagai pelosok daerah. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di kalangan lulusan SMA dan mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang mandiri.

“Program ini juga memberikan peluang besar bagi siswa untuk memulai usaha sendiri. Bahkan, omzet yang dihasilkan dari program double track di Jawa Timur telah mencapai Rp 9 miliar," tambahnya.

Aries mengungkapkan bahwa jumlah sekolah yang menerapkan sistem double track terus bertambah, dengan lebih dari 145 sekolah yang sudah mengadopsi program ini. Pemerintah bahkan berencana menambah 100 sekolah lagi di wilayah-wilayah pelosok.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

“Semakin banyak sekolah yang menerapkan double track, semakin banyak pula anak-anak kita yang memiliki keterampilan khusus dan mampu mandiri," tutupnya.

Dengan terus berkembangnya program ini, Pemprov Jatim berharap dapat meningkatkan kualitas lulusan SMA dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda, sehingga mereka dapat lebih tangguh menghadapi dunia kerja yang penuh tantangan. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru