Persebaya Surabaya Bidik Teco, Sinyal Perombakan Besar Jelang Musim 2025/2026

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA — Dinamika baru tengah mewarnai internal Persebaya Surabaya menjelang bergulirnya Liga 1 musim 2025/2026. Klub kebanggaan Kota Pahlawan ini tak sekadar bergerak dalam perburuan pemain, tetapi juga tengah menatap babak baru dari sisi komando taktik. Nama pelatih kawakan Stefano Cugurra alias Teco belakangan santer dikaitkan dengan kursi pelatih kepala Bajol Ijo.

Kursi tersebut sebelumnya diisi oleh Paul Munster, pelatih asal Irlandia Utara, yang dikabarkan tak akan melanjutkan kontraknya bersama Persebaya. Munster, yang baru satu musim menangani tim, disebut-sebut tengah dalam proses negosiasi lanjutan dengan Bhayangkara FC. Jika kabar ini benar, maka Persebaya akan memasuki musim baru dengan pelatih baru pula—dan nama Teco mencuat sebagai kandidat kuat.

Baca juga: Persebaya Gaspol ke Lampung, Uston Pastikan Skuad Tetap Bugar Meski Jadwal Melelahkan

Spekulasi soal Teco bukan tanpa dasar. Jejak rekam pelatih asal Brasil ini terbilang mentereng di kancah sepak bola nasional. Sejak 2019, Teco membesut Bali United dan menghadirkan stabilitas serta prestasi bagi klub asal Pulau Dewata itu. Dalam kurun lima tahun, ia membukukan 97 kemenangan dari 188 pertandingan, dengan 41 hasil imbang dan 50 kekalahan.

Musim terakhirnya pun cukup kompetitif. Dari 24 laga, Teco berhasil membawa Bali United meraih 10 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 7 kekalahan—catatan yang cukup solid untuk seorang pelatih yang timnya tengah dalam masa transisi regenerasi.

Namun bukan hanya angka statistik yang membuat Teco menjadi magnet bagi klub-klub besar. Ia dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktikal yang fleksibel dan mampu menyesuaikan gaya bermain dengan karakter pemain yang dimiliki. Hal ini menjadi aset penting bagi Persebaya yang tengah membangun ulang skuad pasca-musim 2024/2025 yang mengecewakan.

Teco bukan figur asing bagi publik sepak bola Surabaya. Sebelum meniti karier sebagai pelatih kepala di Persija Jakarta dan Bali United, ia sempat menjadi pelatih fisik Persebaya pada musim 2016/2017. Meski singkat, masa tugasnya itu meninggalkan kesan mendalam.

Dalam wawancara yang sempat ia lakukan pada Maret 2025 lalu, Teco menyebut bahwa dirinya memiliki kenangan manis bersama dua klub besar Indonesia—Persebaya dan Persija Jakarta. “Saya sudah kerja di dua tim yakni Persebaya dan Persija, saya punya memori bagus di dua tim tersebut,” ujar Teco kala itu.

Pernyataan ini sontak dianggap sebagai sinyal terbuka bahwa Teco tidak menutup kemungkinan kembali ke Surabaya, kali ini sebagai pelatih kepala.

Baca juga: PERSIB Langsung Terbang ke Surabaya, Siapkan Diri Hadapi Madura United di Tengah Padatnya Jadwal

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persebaya terkait proses pencarian pelatih baru. Namun sumber internal yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa Teco memang masuk dalam daftar kandidat.

Di media sosial, respons suporter Persebaya cukup antusias menanggapi kemungkinan kedatangan Teco. Banyak dari mereka menilai sosok Teco sebagai figur ideal yang mampu membawa tim kembali bersaing di papan atas. Pasalnya, sejak menjuarai Liga 2 pada 2017, Persebaya belum mampu menorehkan prestasi yang konsisten di kasta tertinggi.

Sementara itu, atmosfer ruang ganti juga dilaporkan sedang dipersiapkan untuk menyambut era baru. Sejumlah pemain lama dikabarkan akan dilepas, dan pembicaraan intensif sedang dilakukan untuk mendatangkan beberapa nama baru yang dinilai cocok dengan filosofi bermain Teco.

Jika skenario ini terealisasi, kedatangan Teco bukan hanya berarti pergantian pelatih, tetapi juga transformasi strategi. Selama ini, Teco dikenal mengandalkan struktur permainan yang rapi dan transisi cepat. Ia juga gemar mengorbitkan pemain muda yang dinilai potensial, sesuatu yang sejalan dengan semangat Persebaya yang dikenal sebagai salah satu klub penghasil talenta lokal terbaik.

Baca juga: Persebaya Pecat Eduardo Perez, Gejolak di GBT Berbuah Keputusan Besar

Lebih jauh, ekspektasi publik terhadap Persebaya akan melonjak drastis. Teco bukan pelatih dengan target “sekadar aman”. Ia datang dengan reputasi sebagai pemburu trofi. Dan itu berarti, manajemen Persebaya pun harus siap berinvestasi lebih besar—baik dari sisi komposisi tim maupun infrastruktur pendukung.

Untuk saat ini, segala sesuatunya masih berstatus rumor. Tapi, seperti halnya sepak bola Indonesia yang penuh kejutan, segala kemungkinan tetap terbuka. Jika manajemen mampu mengunci kesepakatan dengan Teco dalam waktu dekat, maka Persebaya akan menjadi salah satu tim yang layak diperhitungkan sejak awal musim 2025/2026.

Satu hal yang pasti, Persebaya tengah bergerak. Dan pergerakan ini, bisa jadi, adalah awal dari era baru Bajol Ijo yang siap menggebrak lagi. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru