MERAHPUTIH I BANDUNG — Musim penuh sejarah ditutup dengan perpisahan emosional. Gelandang asal Spanyol, Tyronne del Pino, resmi mengakhiri kiprahnya bersama PERSIB Bandung usai mengantarkan klub kebanggaan warga Jawa Barat itu menjuarai Liga 1 musim 2024/2025.
Pemain bernomor punggung 10 itu menutup perjalanannya dengan catatan gemilang: dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga 1, mencetak 18 gol dan 6 assist dari 31 pertandingan, serta tiga gol dan satu assist di ajang AFC Champions League 2. Namun, lebih dari angka-angka, Del Pino meninggalkan jejak yang dalam di hati para Bobotoh.
Baca juga: Lion City Sailors Kalahkan Persib 3-2, Perebutan Tiket 16 Besar Grup G Memanas
“Menjadi bagian dari PERSIB adalah salah satu hal terbaik dalam hidup saya. Musim ini akan selalu saya kenang sebagai musim yang luar biasa,” ujar Del Pino.
Meski datang dari belahan dunia lain, Del Pino mampu menyatu dalam atmosfer sepak bola Bandung yang penuh gairah. Ia mengakui, awal perjalanannya tidaklah mudah. Namun, dukungan dari berbagai pihak, terutama suporter fanatik PERSIB, membuat segalanya berubah.
“Saya datang dalam situasi yang tidak mudah. Tapi saya akhiri semua dengan sesuatu yang sangat indah. Terima kasih, Bobotoh. Terima kasih, Bandung. Kalian membuat saya merasa dicintai,” katanya.
Baca juga: PERSIB Tahan Gempuran Lion City Sailors, Babak Pertama Berakhir 1-1
Selama satu musim penuh, pemain berusia 33 tahun itu menjadi poros penting di lini tengah Maung Bandung. Umpan-umpannya yang presisi dan kemampuannya membaca permainan membuatnya menjadi roh permainan tim asuhan pelatih Luis Milla.
Keputusan untuk berpisah, menurut manajemen PERSIB, dilakukan secara baik-baik dan penuh penghormatan terhadap kontribusi besar sang pemain. Tak sedikit yang menilai, Del Pino tak hanya memberi gelar, tetapi juga mempersembahkan sebuah standar baru dalam profesionalisme dan dedikasi di lapangan.
Baca juga: Target Juara Grup G, Saddil Tegaskan PERSIB Akan Tempur Total di Markas Lion City Sailors
Kini, kisah Del Pino bersama PERSIB telah berakhir, namun kenangan tentangnya akan tetap hidup di setiap lagu yang dinyanyikan dari tribun Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (red)
Editor : Redaksi