MERAHPUTIH I MALANG – Di tengah riuh bursa transfer Liga 1, Arema FC justru memilih berjalan dalam senyap. Tanpa banyak sorotan, manajemen klub berjuluk Singo Edan itu kini tengah menyusun puzzle penting: empat slot pemain asing yang akan menjadi tulang punggung tim untuk musim kompetisi baru.
Langkah diam-diam ini bukan tanpa perhitungan. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebutkan bahwa tim pelatih sudah menetapkan kebutuhan spesifik di tiga sektor: belakang, tengah, dan sayap. “Pemain asing yang datang nanti, dua berposisi gelandang, satu sayap, dan satu stopper,” ungkap pria yang akrab disapa Inal itu.
Baca juga: Persebaya Gaspol ke Lampung, Uston Pastikan Skuad Tetap Bugar Meski Jadwal Melelahkan
Yang menarik, seluruh kandidat incaran berasal dari satu negara: Brasil. Negeri sepak bola yang tak pernah kehabisan stok talenta bertalenta tinggi, yang dikenal lincah, kuat secara teknis, dan memiliki naluri menyerang khas Amerika Latin. Inal memastikan, empat nama sudah dikantongi, namun identitas mereka masih dirahasiakan untuk memberikan “kejutan” kepada publik Aremania.
Perombakan ini datang seiring evaluasi terhadap komposisi musim lalu. Nama-nama seperti Choi Bo-Kyung, Wiliam Marcilio, Charles Lokolingoy, dan Pablo Oliveira dipastikan tidak menjadi bagian dari rencana musim depan. Absennya mereka, baik karena performa maupun alasan lain membuka ruang bagi darah baru.
Dua gelandang dari Brasil yang akan direkrut, kata Inal, punya karakter berbeda: satu gelandang bertahan dengan kemampuan distribusi bola dan menjaga kedalaman, satu lagi gelandang serang yang aktif dalam membangun transisi cepat dan menyodok ke lini depan.
Baca juga: PERSIB Langsung Terbang ke Surabaya, Siapkan Diri Hadapi Madura United di Tengah Padatnya Jadwal
Sementara di sektor sayap, Arema membutuhkan pemain dengan daya jelajah tinggi, cepat, dan punya kemampuan individu di atas rata-rata. Sosok ini dirancang sebagai pengganti Lokolingoy yang sebelumnya mengisi pos tersebut.
“Semuanya harus punya menit bermain tinggi di musim lalu. Itu krusial,” tegas Inal, menekankan bahwa jam terbang menjadi syarat utama.
Proses perekrutan ini melibatkan dua kanal: pemantauan langsung dari agen pemain dan rekomendasi internal pelatih. Kombinasi ini diharapkan dapat menekan risiko kegagalan rekrutmen seperti yang kerap terjadi di banyak klub Indonesia.
Baca juga: Persebaya Pecat Eduardo Perez, Gejolak di GBT Berbuah Keputusan Besar
Dengan rencana matang dan langkah yang terukur, Arema FC tampak tak ingin sekadar tampil kompetitif musim depan. Mereka ingin bangkit dari musim lalu yang penuh gejolak dengan memperkuat fondasi tim lewat strategi rekrutmen yang tajam.
Saat publik masih menebak-nebak siapa empat pemain misterius itu, satu hal jadi jelas: revolusi senyap Arema tengah berlangsung. Dan mungkin, Singo Edan akan kembali mengaum lebih nyaring musim depan. (red)
Editor : Redaksi