MERAHPUTIH I BANDUNG — Ada yang berbeda di Langit Bandung musim ini. Bukan sekadar gerimis atau angin dingin khas pegunungan, tapi semacam semangat baru yang menguar dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Sebuah nama asing kini mulai akrab disebut-sebut oleh bobotoh: Uilliam Barros Pereira.
Penyerang asal Brasil itu datang bukan hanya untuk mengisi slot kosong di lini depan PERSIB. Ia hadir membawa harapan, semangat, dan tentu saja, gol. Dari Bonito—kota kecil di Brasil yang terkenal akan keindahan alamnya—Uilliam kini menjelajah benua baru, bergabung dengan skuad biru demi satu tujuan: mengembalikan kejayaan Maung Bandung.
Baca juga: Lion City Sailors Kalahkan Persib 3-2, Perebutan Tiket 16 Besar Grup G Memanas
Berusia 29 tahun, Uilliam bukan wajah baru dalam percaturan sepak bola Asia. Sejak 2021, ia telah menjejakkan kaki di lapangan-lapangan keras Timur Tengah, membela klub-klub Arab Saudi seperti Al-Sahel, Al-Hazem, dan Al-Kholood, lalu hijrah ke Liga Kuwait bersama Al-Fahaheel SC. Kini, tantangan yang dihadapinya adalah Liga 1 Indonesia dan AFC Champions League Two 2025/26—sebuah medan laga yang membutuhkan mental baja dan fisik yang tangguh.
Bagi pelatih Bojan Hodak, Uilliam bukan sekadar rekrutan. Ia adalah puzzle penting dalam membangun ulang lini serang PERSIB yang sempat mengalami perombakan besar. Dengan kemampuannya sebagai striker tengah yang juga luwes bermain di kedua sisi sayap, Uilliam menawarkan fleksibilitas dan agresivitas yang selama ini dicari.
"Wilujeng sumping, Uilliam Barros Pereira," sambut Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan. "Kami percaya, gol-gol penting akan lahir dari kaki dan kepalamu. Ini awal dari perjalanan besar bersama PERSIB."
Baca juga: PERSIB Tahan Gempuran Lion City Sailors, Babak Pertama Berakhir 1-1
Kontrak dua tahun telah diteken. Target jangka menengah pun telah disusun. Tak hanya untuk menambah kedalaman skuad, kehadiran Uilliam menjadi simbol dari ambisi klub: menjadi juara di level domestik, dan kompetitif di level Asia.
Namun adaptasi tetap jadi pekerjaan rumah. Iklim sepak bola Indonesia yang penuh tekanan dari tribun hingga media sosial akan menjadi tantangan tersendiri. Tapi justru di situ pula karakter seorang striker diuji: bukan sekadar mencetak gol, tapi juga menjadi figur yang bisa diandalkan di tengah sorotan.
Baca juga: Target Juara Grup G, Saddil Tegaskan PERSIB Akan Tempur Total di Markas Lion City Sailors
Kini, semua mata tertuju pada pria kelahiran 11 Oktober 1994 itu. Apakah ia akan menjadi legenda baru di Bandung? Ataukah sekadar persinggahan sementara di kariernya yang lintas benua? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Yang pasti, di balik setiap langkah dan tekel, PERSIB telah memberi satu pesan yang jelas: mereka tak main-main menyambut musim baru. Dan Uilliam Barros adalah bagian penting dari cerita itu. (RED)
Editor : Redaksi