MERAHPUTIH I BANDUNG — Selasa pagi, panas mentari mulai mengusap lembut Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Di tengah aroma rumput yang baru disiram dan bunyi sepatu menghantam lapangan, satu sosok berdiri tegak. Dengan stopwatch menggantung di leher, tatapan tajam tak lepas dari para pemain yang tengah menjalani menu latihan intens: dia adalah Miro Petric.
Pelatih fisik asal Kroasia itu kini tengah memikul tanggung jawab besar menyiapkan kondisi para penggawa PERSIB agar mencapai puncak kebugaran tepat waktu. Dua pekan sudah skuat Maung Bandung kembali ke lapangan pasca-libur panjang, dan Petric tak membuang waktu untuk mulai membangun pondasi fisik tim.
Baca juga: PERSIB Pesta Gol di Pamekasan, Bojan Hodak Puas Lihat Mental Tempur Skuadnya
“Program kami baru masuk tahap awal,” ujar Petric usai sesi latihan, Selasa, 15 Juli 2025. “Saat ini, kondisi para pemain ada di kisaran 50 hingga 60 persen. Masih banyak ruang untuk berkembang.”
Pernyataannya memang sejalan dengan apa yang terlihat di lapangan. Keringat menetes deras dari wajah pemain. Napas mereka tersengal. Beberapa tertunduk lesu setelah menyelesaikan lari interval panjang. Latihan hari itu bukan sekadar rutinitas, tapi perjuangan melawan batas fisik dan mental.
“Latihan kami sangat keras. Tapi ini proses. Selangkah demi selangkah, kami akan sampai di level yang kami inginkan,” kata Petric, tak terdengar cemas sedikit pun.
Target yang diusung Petric jelas: pada laga perdana Liga Super Indonesia 2025/26, 9 Agustus mendatang, seluruh pemain harus berada pada titik optimal 90 hingga 100 persen kebugaran.
Baginya, kebugaran bukan sekadar parameter fisik, tetapi juga dasar utama untuk membentuk ritme permainan, menghindari cedera, hingga menjaga konsistensi tim dalam kompetisi yang panjang dan penuh tantangan.
Baca juga: PERSIB Berpesta di Pamekasan, Gol Perdana Thom Haye Tutup Malam Gemilang Maung Bandung
“Kalau pondasi fisiknya tidak kuat, semua aspek permainan lain akan terganggu. Jadi saat ini, fokus kami hanya satu: menggenjot kebugaran,” tegas pria berkepala plontos itu.
Petric bukan orang baru dalam dunia sepak bola. Sebelum bergabung dengan PERSIB, ia telah melanglang buana di sejumlah klub Eropa Tengah. Pendekatannya yang berbasis ilmu sport science membuatnya dipercaya membentuk fisik pemain ke level maksimal tanpa harus mengorbankan pemulihan atau keseimbangan beban latihan.
Meski latihan keras kerap membuat pemain tampak kelelahan, Petric justru melihatnya sebagai sinyal baik. “Itu tandanya tubuh mereka sedang beradaptasi. Dalam beberapa pekan, semua akan terasa lebih ringan,” ujarnya.
Ruang ganti PERSIB pun turut mendukung pendekatan sang pelatih. Kapten tim, serta para pemain senior dikabarkan ikut aktif menjaga motivasi rekan-rekannya, terutama para pemain muda, agar tidak menyerah di tengah program latihan yang berat.
Keyakinan Petric tak datang dari optimisme kosong, melainkan dari pengalaman. Ia tahu benar, bahwa untuk bersaing di level tertinggi, tak ada jalan pintas. Dan bagi PERSIB yang tengah berambisi memperbaiki pencapaian musim lalu, kebugaran adalah kunci dari semua mimpi itu.
“Kami sedang mempersiapkan diri menghadapi musim yang panjang. Tapi saya percaya, dengan kerja keras seperti ini, kami akan siap,” pungkas Petric, sebelum kembali meniup peluit untuk memulai sesi pendinginan.(red)
Editor : Redaksi