MERAHPUTIH I BANGKOK — Jumat pagi yang hangat di jantung kota Bangkok menjadi awal dari babak baru perjalanan Persib Bandung. Tim kebanggaan warga Jawa Barat itu menggelar pemusatan latihan di Thailand sebagai bagian dari persiapan menatap musim kompetisi 2025/2026. Dua sesi latihan langsung digelar di hari pertama, menandai keseriusan skuad asuhan Bojan Hodak dalam menyusun harmoni di atas keragaman pemainnya.
Sesi pagi dimulai di pusat kebugaran. Di balik dinding kaca dan deru alat fitness, para pemain menekuni program penguatan fisik. Di bawah arahan pelatih fisik Miro Petric, otot-otot dipacu dan stamina dipoles. Sementara di sudut lain, kiper-kiper Persib menjalani latihan terpisah bersama pelatih penjaga gawang Mario Jozic. Konsentrasi dan ketangkasan diasah, seolah menyadari betul bahwa sebuah pertandingan bisa ditentukan hanya dalam sepersekian detik.
Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”
Sore harinya, suasana berubah. Di Lapangan Windmill Football Club yang berumput lebat dan dikelilingi pepohonan tropis, suasana latihan terasa lebih hidup. Pemain-pemain tampak lebih cair, saling memberi aba-aba, sesekali melempar canda. Namun, atmosfer santai itu tak menghapus intensitas latihan yang digelar nyaris dua jam.
“Setelah menuntaskan Piala Presiden, kami masuk ke fase pemulihan. Sekarang saatnya membangun kekuatan dan kekompakan,” ujar Hodak, pelatih asal Kroasia yang dikenal sebagai arsitek taktis nan disiplin.
Menurut Hodak, pemusatan latihan ini bukan sekadar rutinitas pramusim. Thailand dipilih bukan hanya karena kualitas fasilitasnya, tetapi juga karena di sini, Persib akan menjalani beberapa pertandingan uji coba. “Kami perlu mengasah kolektivitas, terutama karena banyak wajah baru musim ini. Butuh waktu dan jam tanding agar mereka menyatu,” katanya.
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
Salah satu nama baru yang paling disorot, Frans Putros, belum bergabung dalam sesi latihan hari itu. Pemain berpaspor Irak tersebut dijadwalkan akan tiba dalam beberapa hari ke depan. Namun ketidakhadiran Putros tak mengurangi optimisme Hodak. Ia justru melihat perkembangan positif dari para rekrutan lain.
“Adaptasi berjalan baik. Kami punya campuran pemain dari berbagai negara Brasil, Argentina, Wales, Irak. Ini tim multikultural, dan itu tantangan sekaligus kekuatan,” tuturnya.
Dalam latihan yang dilangsungkan hampir tanpa henti sejak pagi hingga senja, terlihat betapa Hodak mencoba membangun pondasi bukan hanya pada teknik dan strategi, tetapi juga pada kebersamaan. “Chemistry itu tak bisa dipaksakan. Tapi dengan komunikasi dan kepercayaan, itu bisa tumbuh,” ucapnya mantap.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
Ia menambahkan, target jangka pendek dalam pemusatan latihan ini adalah membangun kepercayaan antarpemain dan mempercepat pemahaman taktik. “Kami bergerak perlahan, tapi pasti. Semua berjalan normal, tanpa masalah berarti,” katanya.
PERSIB musim ini memang menjanjikan banyak hal. Tak hanya soal kualitas individu, tetapi juga tentang bagaimana kolektifitas dan semangat satu tim dibangun dari perbedaan. Di tengah suhu tropis Bangkok, para pemain Maung Bandung menjemput musim baru dengan langkah yang terukur dan kepala tegak. Mereka datang bukan hanya untuk latihan, tetapi untuk membentuk kembali jati diri tim yang ingin lebih dari sekadar menjadi pesaing mereka ingin menjadi juara. (red)
Editor : Redaksi