Menemukan Rumah di Lini Belakang: Perjalanan Posisi Alfeandra Dewangga Bersama PERSIB

harianmerahputih.id
Pemain PERSIB, Alfeandra Dewangga Santosa. (PERSIB.co.id/Barly Isham)

MERAHPUTIH I CHIANG MAI – Dalam sepak bola, posisi di lapangan sering kali menjadi penentu arah karier seorang pemain. Bagi Alfeandra Dewangga Santosa, perjalanan menemukan peran yang paling cocok untuknya tidaklah instan. Dari penyerang sayap hingga gelandang serang, bahkan pernah merumput sebagai bek kiri, kini pemain yang akrab disapa Dewa itu merasa telah menemukan “rumah”-nya di posisi bek tengah.

Di sela-sela pemusatan latihan bersama PERSIB di Thailand, Selasa (22/7/2025), Dewa bercerita tentang kisah pergeseran posisi yang membentuknya menjadi pemain yang lebih matang dan fleksibel. Baginya, perubahan peran di lapangan bukan sekadar tuntutan teknis, melainkan bagian dari proses pembentukan identitas sebagai pesepak bola profesional.

Baca juga: Persebaya Gaspol ke Lampung, Uston Pastikan Skuad Tetap Bugar Meski Jadwal Melelahkan

“Awalnya saya main sebagai winger, bahkan pernah jadi penyerang. Tapi saat masuk PPLP Jawa Tengah, pelatih mulai mainkan saya sebagai bek kiri. Dari sana mulai terasa ada tantangan baru,” ujar pemain asal Semarang itu sambil tersenyum mengenang awal kariernya.

Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu keunggulan Dewa. Tak hanya bertahan, ia sempat pula dipercaya untuk mengisi posisi gelandang serang, peran yang membutuhkan visi bermain dan ketenangan dalam mengatur tempo. Namun, titik balik datang saat ia dipercaya turun sebagai stoper, posisi yang kini ia akui paling cocok dengan karakternya.

“Kalau dibilang nyaman, ya sekarang ini di posisi bek tengah. Tiga sampai empat musim terakhir saya memang lebih banyak bermain di sana, dan saya merasa bisa memberikan kontribusi terbaik dari lini itu,” katanya.

Bersama PERSIB, Dewa menunjukkan kedewasaannya sebagai pemain. Ia tidak menuntut harus bermain di posisi favorit, tetapi memilih mengikuti strategi pelatih demi kepentingan tim. Bagi Dewa, setiap pelatih punya pendekatan dan kebutuhan yang berbeda, dan tugas pemain adalah menjawab kepercayaan itu dengan kerja keras dan loyalitas.

Baca juga: PERSIB Langsung Terbang ke Surabaya, Siapkan Diri Hadapi Madura United di Tengah Padatnya Jadwal

“Saya serahkan ke pelatih. Tugas saya ya main sebaik mungkin di posisi yang ditugaskan. Tapi kalau boleh memilih, memang saya lebih nyaman di tengah. Karena itu sudah saya jalani dalam beberapa musim terakhir,” ujarnya merendah.

Di bawah asuhan Bojan Hodak, pelatih kepala PERSIB, Dewa tetap dipercaya sebagai palang pintu pertahanan. Ia mengaku, komunikasi dengan pelatih berjalan sangat baik, dan kepercayaan yang diberikan kepadanya membuatnya semakin mantap mematangkan peran sebagai bek tengah.

Bagi PERSIB, sosok Dewa bukan hanya tembok kokoh di lini belakang, tapi juga cermin dari kedewasaan dan profesionalisme. Di usia yang masih terbilang muda, ia sudah memperlihatkan fleksibilitas peran, adaptasi permainan, dan semangat belajar yang tinggi.

Baca juga: Lion City Sailors Kalahkan Persib 3-2, Perebutan Tiket 16 Besar Grup G Memanas

Dalam dunia sepak bola yang terus berubah, pemain dengan kemampuan multirole seperti Dewa adalah aset berharga. Tapi lebih dari itu, perjalanan posisi yang ia alami juga memperlihatkan bahwa setiap pergeseran punya makna: menemukan versi terbaik dari diri sendiri lewat proses yang tak selalu mudah.

Dan kini, di tengah riuh sorak penonton dan ketatnya persaingan Liga 1, Dewa berdiri tegak sebagai bek tengah andalan. Bukan karena kebetulan, tapi karena ia telah melewati banyak posisi, banyak cerita, dan akhirnya tahu persis, di sinilah ia paling kuat berdiri. (red) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru