Empat Jersey, Satu Semangat: Persebaya Usung Inovasi dan Identitas Kuat di Liga 1 Musim 2025/2026

harianmerahputih.id
Persebaya kenalkan jersey Super League musim 2025/2026 (Foto: Dok. Persebaya Store)

MERAHPUTIH I SURABAYA – Tak sekadar seragam bertanding, Persebaya menjadikan jersey sebagai simbol semangat, performa, dan identitas. Menatap Super League musim 2025/2026, klub kebanggaan Kota Pahlawan ini tampil beda dengan menyiapkan empat jenis jersey, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh klub-klub di kompetisi nasional.

Dua jersey, home dan away telah lebih dulu diperkenalkan kepada publik. Namun dua lainnya, yaitu jersey alternate (ketiga) dan fourth (keempat), masih disimpan rapat sebagai kejutan. Yang menarik, bukan cuma jumlahnya yang istimewa. Bahan dan teknologi di balik pembuatan jersey ini disebut sebagai salah satu yang terbaik yang pernah dimiliki Persebaya.

Baca juga: Persebaya Pecat Eduardo Perez, Gejolak di GBT Berbuah Keputusan Besar

“Jersey kami tahun ini sangat unggul dalam sisi performa,” ujar Arif Rahman Hakim, Manajer Persebaya Store, saat ditemui di sela peluncuran jersey baru.

Berangkat dari impian untuk menghadirkan permainan cepat dan atraktif yang kembali menjadi ciri khas Persebaya, kebutuhan fisik para pemain pun meningkat. Maka, pilihan jersey tak bisa lagi asal pilih. Bersama AZA Wear, Persebaya mengembangkan material eksklusif, super light fabric dengan berat hanya 135 gsm. Tujuannya jelas: meringankan beban, mempercepat gerak.

Tak hanya ringan, jersey ini juga dibekali teknologi anti-bacterial yang membuatnya tetap sejuk dan nyaman digunakan. Fitur quick dry membuat keringat cepat menguap, memastikan pemain tetap fokus tanpa terganggu rasa lembap.

“Tuntutan fisik yang tinggi harus diimbangi dengan jersey yang menunjang performa. Itu fokus kami musim ini,” tambah Hakim.

Baca juga: Thom Haye Puji Kekompakan Tim Usai PERSIB Tundukkan Dewa United

Menariknya, jersey ini juga memuat filosofi yang dalam. Meski Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan, klub ingin mengangkat semangat multikultural, ciri khas kota ini yang telah lama hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang budaya. Jersey Persebaya musim ini dirancang tak hanya untuk bertanding, tetapi juga cocok digunakan untuk berbagai aktivitas olahraga masyarakat.

“Ini bukan cuma soal desain. Ada nilai-nilai hidup yang kami bawa di balik jersey ini,” tutur Hakim.

Persebaya dan AZA Wear bukan sekadar mitra bisnis biasa. Kerja sama keduanya telah terjalin selama sembilan tahun, menjadikannya salah satu kolaborasi apparel terpanjang di dunia sepak bola Indonesia.

Baca juga: Persebaya Gagal Maksimalkan Keunggulan Pemain, Arema Pulang dengan Satu Poin dari GBT

“Saat banyak klub lain menyerahkan urusan apparel ke pihak luar, Persebaya memilih jalannya sendiri. Kami membangun brand kami, mengelola merchandise sendiri. Itu dimulai sejak lama bersama AZA Wear,” jelas Hakim.

Dengan kombinasi antara teknologi tinggi, falsafah lokal, dan identitas kuat, jersey Persebaya musim ini tak hanya menjadi kebanggaan suporter, tetapi juga representasi dari klub yang terus bergerak maju tanpa melupakan akar budayanya. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru