MERAHPUTIH I KEDIRI – Persik Kediri terpaksa meninggalkan markas kebanggaan mereka, Stadion Brawijaya, untuk sementara waktu. Dalam laga lanjutan Liga 1 2025/2026 melawan Madura United pada Sabtu (16/8), tim berjuluk Macan Putih akan menjamu lawannya di Stadion Gelora Joko Samudro, Kabupaten Gresik.
Keputusan ini diambil setelah manajemen memastikan Stadion Brawijaya belum siap digunakan. Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo, mengungkapkan bahwa perbaikan beberapa fasilitas vital, terutama penerangan stadion, belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Baca juga: Persebaya Pecat Eduardo Perez, Gejolak di GBT Berbuah Keputusan Besar
“Lampu di Stadion Brawijaya tidak memenuhi standar minimal 1.500 lux. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan. Jadi, kami harus menunggu hingga perbaikan rampung,” kata Tri Widodo, Rabu (13/8).
Selain masalah pencahayaan, ruang ganti pemain juga masih belum siap digunakan. Meski demikian, kondisi lapangan dinilai sudah membaik setelah dilakukan proses top dress untuk meratakan permukaan yang cekung. Area rumput yang kurang subur pun telah ditambal sulam agar siap digunakan pada laga-laga berikutnya.
Baca juga: Thom Haye Puji Kekompakan Tim Usai PERSIB Tundukkan Dewa United
Sebelum memutuskan memilih Stadion Gelora Joko Samudro, Panpel Persik sempat mempertimbangkan tiga opsi stadion lain. Namun, faktor kesiapan teknis dan perizinan membuat Gresik menjadi pilihan akhir. “Kami sudah koordinasi dengan pihak tuan rumah dan perizinan pertandingan sudah keluar. Tinggal pelaksanaannya saja pada Sabtu nanti,” ujarnya.
Tri Widodo berharap para suporter tetap hadir memberikan dukungan langsung. “Kami mengajak Persikmania untuk datang ke stadion. Dukungan dan doa dari suporter akan sangat berarti bagi motivasi pemain demi meraih hasil terbaik,” pungkasnya.
Baca juga: Persebaya Gagal Maksimalkan Keunggulan Pemain, Arema Pulang dengan Satu Poin dari GBT
Dengan situasi ini, laga kontra Madura United akan menjadi ujian mental dan adaptasi bagi Persik Kediri. Bermain di luar kota tentu bukan hal ideal, namun manajemen optimistis semangat para pemain tidak akan surut demi mempertahankan asa di papan klasemen Liga 1. (red)
Editor : Redaksi