MERAHPUTIH | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat khususnya di Jawa Timur untuk tidak melakukan tradisi lebaran saat Idul Fitri berupa bersalaman secara langsung, lantaran masih di tengah pandemi Virus Covid-19.
"Untuk sementara, selama pandemi ini belum berakhir sebaiknya tidak melakukan kontak fisik, berupa jabat tangan maupun dengan cipika-cipiki," kata Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jum'at (22/5).
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
Menurutnya, kondisi pandemi yang terjadi sangat berbahaya jika ada kerumunan dan kontak fisik. Mantan Menteri Sosial itu juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan tradisi berkunjung ke sanak saudara saat merayakan Lebaran.
Dikatakan, tali silaturahmi dan saling bermaaf-maafan tetap dapat terjalin ditengah situasi pandemi ini. Sebagai gantinya, lanjut dia, masyarakat bisa melakukannya dengan telepon, whatsapp, sms, video call, dan lain sebagainya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
"Dengan memanfaatkan teknologi silaturahmi bisa tetap erat, silaturahim bisa dilakukan online, tanpa harus bertemu secara fisik," lanjutnya.
Khofifah menambahkan, dengan melaksanakan ibadah dan menjalin silaturahmi online dari rumah, berarti semua orang telah ikut menjaga orang terdekat dan terkasih agar bisa tetap sehat tanpa beresiko tertular virus.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Khofifah pun berharap masyarakat untuk bisa memahami dan membangun kesadaran masing-masing agar situasi di Provinsi Jawa Timur bisa semakin kondusif dan terkendali.
"Mari kita sambut Idul Fitri dengan semarak dan penuh sukacita, sekalipun situasi Indonesia tengah dirudung keprihatinan akibat darurat Covid-19 ini. Gemakan takbir diseluruh penjuru Jawa Timur, tanpa harus berkeliling dan berkerumun," pungkasnya. (rls/tji)
Editor : Tudji Martudji