Pengungsi di Samarinda Butuh Perhatian

harianmerahputih.id
Dengan menggunakan perahu karet Tim relawan membagikan makanan kepada para korban banjir di Samarinda (ANTARA/Arumanto)

MERAHPUTIH| KALTIM-Para korban banjir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman, akibat ketinggian air makin naik dan sudah menggenangi rumah warga.

"Kemarin jalanan masih bisa dilalui kendaraan sepeda motor khususnya motor laki tetapi saat ini sudah tidak bisa karena air semakin tinggi, dan kami khawatir ketinggian air makin bertambah, karena cuaca juga terlihat mendung dan bakal turun hujan," kata Sobirin warga kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.

Baca juga: Pemkot Surabaya Dirikan Posko Peduli Bencana di Taman Surya, Salurkan Bantuan untuk Korban di Sumatera

Ia mengaku telah memindahkan sejumlah perabotan dan kendaraannya ke tempat yang lebih aman dari banjir.

" Untuk perabotan saya pindahkan ke lantai atas, tapi untuk kendaraan sudah saya pindahkan di ruko sekitar Jalan Dr Sutomo," ujarnya.

Sementara itu, Nurhayati warga lainnya mengaku telah mengungsikan ibu dan anaknya ke tempat saudara yang tidak terdampak banjir.

" Semuanya keluarga sudah mengungsi, paling nanti suami saya yang tinggal di sini untuk mengawasi barang yang masih tersisa di rumah," katanya.

Baca juga: Kejari Gowa dan Kejati Sulsel Harus Profesional: Kasus Pemalsuan Identitas yang Dilaporkan Kong Ambri

Akses jalan dari dr Sutomo, tepatnya di simpang empat Lembuswana sudah ditutup total, karena ketinggian air sudah mencapai 80 centimeter.

Kondisi yang sama juga terjadi di Perumahan Bengkuring, Kelurahan Samarinda Utara dan Perumahan Griya Mukti, Kelurahan Gunung Lingai dengan ketinggian air mencapai 80-90 centimer.

Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit

Warga yang tinggal di perumahan tersebut sudah mulai dievakuasi, khususnya yang sudah tua dan menderita sakit.

Kepala BPBD Samarinda Hendra mengatakan saat ini sudah ada delapan kelurahan yang terdampak banjir yakni Kelurahan Pampang, Kelurahan Lempake, Sempaja Timur, Tanah Merah, Sungai Siring, Sempaja Utara, Sempaja Selatan, dan Sempaja Barat.

"Total ada 74 RT, 1.671 rumah dan 4.076 jiwa yang terdampak banjir tahun ini," kata Hendra.(dgd/ono)

 

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru