MERAHPUTIH I MALANG – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi 24 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur yang tengah mengembangkan potensi wisata di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.
Menurut Lia, penguatan sektor pariwisata desa harus dibangun di atas hasil riset yang komprehensif agar mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Baca juga: Festival Kopi dan Ekonomi Kreatif Hidupkan Kota Lama Surabaya, UMKM Lokal Panen Promosi
"Riset menjadi fondasi penting dalam membangun desa wisata. Pengembangannya tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam atau budaya, tetapi juga harus memiliki perencanaan yang matang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Lia, Selasa (7/7/2026).
Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menegaskan, keberhasilan desa wisata tidak semata diukur dari meningkatnya jumlah wisatawan. Lebih dari itu, sektor tersebut harus mampu menjadi motor penggerak perekonomian desa melalui penciptaan lapangan kerja dan berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menilai, ketika aktivitas wisata tumbuh, berbagai sektor ekonomi akan ikut bergerak. Mulai dari usaha kuliner, kerajinan tangan, hingga produk-produk berbasis kearifan lokal yang memanfaatkan potensi dan sumber daya desa.
"Ketika desa wisata berkembang, seluruh roda ekonomi ikut bergerak. Lapangan kerja terbuka lebih luas, UMKM tumbuh, dan masyarakat memiliki peluang usaha baru, mulai dari kuliner hingga kerajinan berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan bahan baku lokal," katanya.
Baca juga: Ning Lia Ingatkan Pemimpin Harus Melek Literasi dan Teknologi
Lia juga menekankan pentingnya sinergi antara peneliti, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menyusun model pengembangan desa wisata. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan menghasilkan konsep pembangunan yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya setempat.
Di sisi lain, ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memberikan perhatian terhadap aspek konektivitas menuju kawasan-kawasan desa wisata. Infrastruktur dan kemudahan transportasi dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya tarik destinasi.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah menghadirkan layanan Bus Trans Jatim yang menghubungkan kawasan bandara dengan desa-desa wisata di berbagai daerah.
Baca juga: DPD RI Apresiasi Haji 2026, Desak Evaluasi Menyeluruh untuk Perkuat Tata Kelola
"Pemprov Jawa Timur diharapkan dapat memfasilitasi calon wisatawan melalui layanan Bus Trans Jatim dari kawasan bandara menuju destinasi-destinasi desa wisata. Akses transportasi yang mudah akan membuat wisatawan lebih nyaman sekaligus memperluas jangkauan kunjungan ke desa-desa yang memiliki potensi besar," ujarnya.
Lia berharap penelitian yang dilakukan BRIN bersama Brida Jawa Timur di Desa Bangelan dapat menghasilkan model pengembangan desa wisata berbasis riset yang bisa diterapkan di daerah lain. Dengan demikian, desa wisata tidak hanya menjadi destinasi unggulan, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus melestarikan budaya dan kearifan lokal Jawa Timur.(pps)
Editor : Redaksi