KH Muhammad Yusuf Hasyim Selangkah Lagi Menuju Gelar Pahlawan Nasional

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Dukungan terhadap pengusulan KH Muhammad Yusuf Hasyim sebagai Pahlawan Nasional kembali diperkuat melalui Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional yang digelar di Aula Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), Surabaya, Rabu (15/7). Kegiatan tersebut dirangkai dengan bedah buku "K.H. Muhammad Yusuf Hasyim (1929-2007): Hidup, Pemikiran dan Keperjuangannya" yang mengulas kiprah serta rekam jejak perjuangan tokoh asal Pesantren Tebuireng tersebut.

Seminar menghadirkan sejumlah tokoh nasional, akademisi, hingga anggota Dewan Gelar, sebagai bentuk penguatan akademik sekaligus dukungan publik terhadap proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Muhammad Yusuf Hasyim.

Baca juga: Logo Baru Jadi Penanda Kebangkitan RS Korpri Pura Raharja, Perkuat Layanan Kesehatan ASN dan Masyarakat

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama masyarakat memiliki harapan besar agar perjuangan KH Muhammad Yusuf Hasyim memperoleh pengakuan negara melalui penganugerahan gelar Pahlawan Nasional.

Menurut Adhy, seluruh persyaratan administratif maupun historis telah dipenuhi. Bahkan pada proses sebelumnya, nama KH Muhammad Yusuf Hasyim telah masuk dalam daftar 20 besar calon penerima gelar.

"Masyarakat Jawa Timur sangat menginginkan perjuangan KH Muhammad Yusuf Hasyim mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Seluruh persyaratan dan data sejarah sudah sangat lengkap. Tahun lalu beliau sudah masuk 20 besar, sehingga kami berharap tahun ini bisa ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional," ujarnya.

Ia menjelaskan, seminar tersebut bukan untuk melengkapi proses administrasi yang telah rampung, melainkan sebagai upaya mengingatkan publik dan pemerintah menjelang penetapan gelar Pahlawan Nasional yang biasanya diumumkan menjelang Hari Pahlawan, 10 November.

"Semua proses sebenarnya sudah selesai. Seminar ini lebih sebagai pengingat kepada masyarakat dan pemerintah, terutama Presiden, agar jasa-jasa beliau tidak terlupakan ketika proses penetapan dilakukan," katanya.

Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA

Sementara itu, Ketua Umum PP Pergunu sekaligus Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menilai KH Muhammad Yusuf Hasyim telah memenuhi seluruh syarat substantif sebagai calon Pahlawan Nasional.

Ia menyebut seminar sengaja digelar untuk memperluas informasi kepada masyarakat mengenai posisi pengusulan KH Muhammad Yusuf Hasyim yang dinilai sudah sangat kuat berdasarkan hasil penilaian sebelumnya.

"KH Muhammad Yusuf Hasyim sudah memenuhi syarat atau meeting the requirements sebagai calon Pahlawan Nasional. Tahun lalu beliau sudah termasuk dalam 20 nama yang diajukan kepada Presiden. Kami berharap melalui seminar ini perhatian publik kembali terbangun sehingga beliau memperoleh prioritas pada penetapan berikutnya," ujar KH Asep.

Ia juga menyoroti kekuatan referensi ilmiah dalam buku yang dibedah pada seminar tersebut. Menurutnya, buku karya Prof. Usep Abdul Matin memuat 120 sumber rujukan, terdiri atas 76 sumber primer dan sisanya sumber sekunder, sehingga menjadi salah satu naskah akademik paling kuat dalam proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

KH Asep mengajak insan pers di Jawa Timur turut mengawal proses tersebut melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang.

Baca juga: Kloter Terakhir Debarkasi Surabaya Tiba, KBIHU Amanatul Ummah Syukuri Seluruh Jamaah Pulang Lengkap

"Kami berharap rekan-rekan media ikut mengangkat perjuangan beliau. Seluruh pemberitaan nantinya akan kami kompilasi untuk disampaikan kepada Ketua TP2GP, Dewan Gelar, dan pihak terkait sebagai bentuk dukungan publik terhadap pengusulan ini," katanya.

Penulis buku sekaligus Guru Besar Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) RI, Prof. Usep Abdul Matin, menegaskan bahwa berdasarkan kajian historis, KH Muhammad Yusuf Hasyim telah memenuhi bahkan melampaui berbagai indikator yang dipersyaratkan bagi seorang calon Pahlawan Nasional.

Ia menjelaskan, rekam jejak perjuangan KH Muhammad Yusuf Hasyim tidak hanya terlihat dalam kiprah melawan penjajah, tetapi juga melalui kontribusi pemikiran, pembangunan pesantren, serta pengabdian panjang terhadap bangsa dan negara.

"Dari data historis yang kami teliti, beliau sudah memenuhi seluruh kriteria bahkan melebihi. Beliau berjuang melawan penjajah, memiliki karya berupa pemikiran dan gagasan, membangun pesantren, serta mengabdikan hidupnya bagi perjuangan bangsa," ungkapnya.

Menurut Prof. Usep, secara administratif nama KH Muhammad Yusuf Hasyim juga telah lolos pada tahapan penilaian TP2GP maupun Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

"Mudah-mudahan tahun ini beliau kembali diajukan kepada Presiden dan melalui hak prerogatif Presiden dapat ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional," katanya.

Senada dengan itu, Anggota Dewan Gelar RI sekaligus Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan RI, Prof. Agus Mulyana, menjelaskan bahwa naskah akademik pengusulan KH Muhammad Yusuf Hasyim memiliki keunggulan karena disusun berdasarkan sumber primer yang sangat lengkap dan kredibel.

Baca juga: Sekdaprov Jatim Ajak Warga Terbuka Saat Sensus Ekonomi, Data Akurat Jadi Kunci Kebijakan Tepat Sasaran

Ia mengatakan, dalam proses pemberkasan calon Pahlawan Nasional terdapat beberapa bentuk penyusunan dokumen, mulai dari autobiografi, biografi, hingga naskah akademik. Menurutnya, pemberkasan KH Muhammad Yusuf Hasyim masuk dalam kategori naskah akademik berbasis sumber primer yang sangat kuat.

"Dari 120 sumber yang digunakan, sebanyak 76 merupakan sumber primer yang berasal dari arsip Belanda, Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional, dokumen Pesantren Tebuireng, hingga arsip keluarga. Sisanya merupakan sumber sekunder yang semakin memperkuat narasi perjuangan beliau," jelasnya.

Prof. Agus menilai kelengkapan sumber tersebut membuat seluruh perjalanan hidup dan perjuangan KH Muhammad Yusuf Hasyim dapat diverifikasi secara ilmiah.

Ia menambahkan, hasil kajian menunjukkan KH Muhammad Yusuf Hasyim secara konsisten mengabdikan hidupnya untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk menghadapi berbagai ancaman ideologi yang dinilai bertentangan dengan Pancasila.

"Dari seluruh sumber yang kami teliti, tidak ada fase kehidupan beliau yang lepas dari perjuangan. Semua tuduhan maupun keraguan yang pernah muncul dapat dikonfirmasi dan dibantah melalui sumber-sumber primer tersebut. Karena itu kami menilai beliau sangat memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional," tegasnya.

Melalui seminar nasional tersebut, panitia berharap dukungan akademik, masyarakat, serta media dapat memperkuat proses pengusulan KH Muhammad Yusuf Hasyim sehingga memperoleh pengakuan sebagai Pahlawan Nasional pada penetapan mendatang.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru