MERAHPUTIH| SIDOARJO-Protokol kesehatan tidak sepenuhnya diterapkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga Waru. Ini terlihat ketika harianmerahputih.id berada di lokasi. Salah seorang pasien yang habis melahirkan dibiarkan tidak memakai masker. Miris.
Sebab, meski si pasien melahirkan dalam keadaan sehat, bisa saja dia akan tertular penyakit. Lebih-lebih di masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini. Salah seorang perawat kepada harianmerahputih.id menyebut pihaknya memang tidak memberikan masker kepada pasien yang akan melahirkan. “Memang tidak kami pakaikan masker,” kata perawat yang namanya enggan disebutkan.
Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit
Apa yang dilakukan rumah sakit Mitra Keluarga bisa dibilang menyalahi aturan protokol kesehatan. Salah satunya yaitu penggunaan masker. Lebih-lebih ketika berada di fasilitas kesehatan (faskes). Faskes adalah salah satu lokasi rentan penularan penyakit, lebih-lebih bahaya virus Corona yang saat ini tengah mewabah.
Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025
Padahal, Mitra Keluarga adalah salah satu rumah sakit mahal di Surabaya Raya. Untuk Kelas 1, biaya rawat inapnya semalam mencapai Rp 730 ribu. Itu baru Kelas 1 dan hanya biaya rawat inap, belum kunjungan dokter, obat dan lain-lain.
Baca juga: Bandara Pattimura Ambon Wujudkan Kepedulian Lewat Program “Injourney Airport Sehat” di Negeri Hatu
Hingga berita ini diturunkan, wartawan harianmerahputih.id, masih mencoba meminta keterangan resmi dari Direktur Mitra Keluarga terkait penerapan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19. Kenapa Mitra Keluarga yang dikenal juga sebagai rumah sakit berkelas lalai dalam penerapan protokol kesehatan. (red)
Editor : Eko Yudiono