MERAHPUTIH | SIDOARJO – Selama masa transisi new normal, Sidoarjo akan mulai membuka seluruh aktivitas ekonomi hingga pukul 23.00 Wib. Kecuali tempat hiburan seperti karaoke masih belum diperbolehkan operasional karena dinilai masih rentan menjadi akses penularan.
"Aktivitas ekonomi kita buka semua hingga pukul 23.00 WIB. Tempat hiburan malam seperti karaoke masih belum diperbolehkan buka pertimbangannya karena sulitnya pengawasan dan rentan terjadi penyeraran Covid-19. Tranportasi onlie seperti ojek online sudah boleh mengangkut penumpang. Semua sudah kami berikan keleluasaan tetapi penerapan terhadap protokol kesehatan tetap dilaksanakan dan akan kita awasi”, ujar Plt Bupati Nur Ahmad Syaifuddin usai penandatangan komitmen bersama penanganan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Kamis (11/6).
Baca juga: Tiga Kepala Daerah Temui Gubernur Jatim, Bahas Covid-19
Nur Ahmad menyebut, pelaku usaha diminta menerapkan protokol kesehatan begitu juga dengan tempat wisata sudah diperbolehkan beroperasional, kecuali wisata air belum diperbolehkan. Jumlah pengunjung mulai dari restoran, mal hingga tempat wisata dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas yang ada agar tetap bisa jaga jarak atau physical distancing.
Begitu juga dengan ojek online sudah diperbolehkan mengangkut penumpang. Angkutan online dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah kursi penumpang.
“Pada transisi new norma seluruh check point di jalan-jalan protokol dihapus dan akan dialihkan ke desa-desa. Pemkab Sidoarjo akan memfokuskan pada penguatan kampung tangguh sebagai tempat edukasi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan," tegasnya.
Selanjutnya, transisi new normal lebih ditekankan pada penerapan protokol kesehatan dimana sebagai ujung tombak ada di desa-desa. Saat ini sudah ada 70 kampung tangguh yang terbentuk, nantinya seluruh desa akan dibentuk kampung.
“Transisi new normal ini bukan normal yang absolut ya, normal yang kayak dulu, tetapi normal dengan SOP protokol kesehatan. Oleh karena itu kita harus memberikan pencerahan kepada masyarakat, memberikan edukasi kepada masyarakat," ucapnya.
Menurutnya, Kampung tangguh yang terbentuk tentunya terdapat paket kegiatan yang diyakini akan mampu menekan angka penyebaran corona dan akan mampu membangkitkan kembali ekonomi warga yang terdampak.
"Promotif, preventif, kuratif dan partisipasi sosial harus ada dalam kampung tangguh. Apabila keempat faktor tersebut berjalan saya yakin penyebaran corona bisa ditekan dan dampak ekonomi yang terjadi akan segera pulih," pungkasnya. (lis/tji)
Editor : Tudji Martudji