Rekom Harsono-Totok untuk Pilkada Bantul Turun Awal Juli

harianmerahputih.id
Suharsono, bakal calon Bupati Bantul (Foto: HMP/Daru)

MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - Bakal calon Bupati Bantul, Yogyakarta, Suharsono mengatakan DPC Partai Gerindra Kabupaten Bantul melalui DPD Partai Gerindra DI Yogyakarta telah mengajukan rekomendasi bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul yakni Suharsono-Totok Sudarto kepada DPP Partai Gerindra. Dan, diharapkan akhir Juni atau paling lambat awal Juni rekomendasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul akan turun.

"Sebelumnya saya sudah mendapatkan rekomendasi untuk mencari pasangan atau bakal calon wakil bupati Bantul. Setelah mendapatkan pasangan bakal calon wakil bupati Bantul yakni Totok Sudarto ditindak lanjuti dengan permintaan rekomendasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul ke DPP Partai Gerindra," kata Suharsono disela acara bedah rumah di Dusun Pucung, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Minggu (21/6).

Suharsono menyebut Totok Sudarto sendiri yang telah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar untuk mencari pasangan bakal calon bupati Bantul dan jatuh pada nama dirinya sehingga juga ditindak lanjut dengan pengajuan rekomendasi pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul ke DPP Partai Golkar.

"Saya kurang begitu tahu kapan rekomendasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul akan turun dari DPP Partai Golkar. Namun demikian tidak akan berbeda jauh dengan turunnya rekomendasi pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Bantul dari DPP Gerindra," ujarnya.

Pensiunan perwira menengah Polda Banten ini mengatakan hingga saat partai politik yang berkomitmen untuk mengusung terdiri dari Partai Gerindra (8 kursi), Partai Nasdem (1 kursi), Partai Golkar (5 kursi), PKS (4 kursi) dan nantinya akan bertambah 10 kursi lagi dari PAN (6 kursi), PPP ( 2 kursi), PBB (1 kursi), Parta Demokrat (2 kursi).

"Sampai saat ini PAN, PBB, Demokrat dan PPP memang belum resmi bergabung namun ketika melihat perilaku politik dari 4 partai tersebut tidak mungkin bergabung dengan koalisi PKB-PDI Perjuangan,"ujarnya.

"Saya memang bukan orang politik tapi saya belajar perilaku politik dengan ilmu yang saya miliki maka optimis mereka akan bergabung dengan kita," terangnya.

Suharsono yang juga Bupati Bantul petahana ini menargetkan koalisi besar yang akan mengusung Suharsono-Totok Sudarto dalam pilkada Bantul, 9 Desember 2020 mendatang bisa segera dideklarasikan pada bulan Juli bersamaan dengan keluarnya rekomendasi bakal calon pasangan bupati dan wakil bupati Bantul dari DPP Partai Gerindra dan DPP Partai Golkar.

"Mohon doanya jika nantinya kembali dipercaya masyarakat Bantul kembali akan menyelesaikan visi-misi yang belum selesai saat periode pertama saya memimpin dan dipastikan saya tidak akan mengajukan istri sebagai bakal calon bupati Bantul lagi. Cukup 2 periode saja, istri tidak akan saya minta maju menjadi bakal calon bupati Bantul," tegasnya.‎ (hdw/tji)

Editor : Tudji Martudji

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru