MERAHPUTIH|JAKARTA- Pembangunan irigasi menjadi salah satu fokus Pemerintah Propinsi Kalimantan Tengah untuk mensukseskan program ketahanan pangan nasional yakni 'food estate' di wilayah itu.
"Pada 2021-2023 pemerintah pusat menganggarkan sekitar Rp3 triliun untuk penanganan jaringan irigasi tersebut," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kalteng Shalahudin di Palangka Raya, Rabu.
Anggaran tersebut terdiri atas Rp1,1 triliun untuk pemeliharaan dan sekitar Rp1,9 triliun untuk peningkatan irigasi teknis. Sedangkan pada 2020 ada sekitar Rp22 miliar untuk normalisasi saluran hingga kegiatan perencanaan.
Pemeliharaan dimaksud, seperti pembersihan saluran-saluran primer maupun sekunder dan lainnya, hingga peningkatan pada kawasan yang dianggap perlu serta telah ditinjau maupun petakan oleh tim di lapangan.
Shalahudin menjelaskan semua itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Pemprov atau DPUPR hanya bertindak sebagai garis koordinasi.
Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit
"DPUPR pada kegiatan itu mungkin akan ada masuk antara satu hingga tiga persen, untuk pemeliharaan dan kegiatan-kegiatan operasional," ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah pusat serius dalam mensukseskan program nasional tersebut, hal itu tampak dari berbagai kegiatan yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025
Mulai dari kedatangan Menteri Pertanian, disusul Menteri PUPR, menteri dan wakil menteri lainnya, hingga Presiden Jokowi. Tentunya pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten, juga siap bekerja secara optimal mensukseskan program tersebut.
Adapun luasan lahan yang ditargetkan adalah sekitar 164 ribu hektare lebih, yakni sekitar 79 ribu hektare lebih lahan eksisting dan 85 ribu hektare lebih merupakan lahan fungsional. Pelaksanaan program ini yakni di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau. (red)
Editor : Eko Yudiono