Gunakan Robot untuk Bersihkan Bandara dan Stasiun Kereta

harianmerahputih.id
CANGGIH: Vapourised Hydrogen Peroxide (VHP) yang digunakan untuk membersihkan gerbong Kereta.

MERAHPUTIH | SURABAYA - Hampir semua negara di dunia saat  ini cemas dengan "kehadiran" virus Corona yang datang tanpa diundang. Rakyat bersatu untuk  melawan Corona dengan berbagai cara. Demikian halnya dengan apa yang dilakukan Hong Kong. Perusahaan swasta dan sektor publik di Hong Kong bekerja sama dengan banyak pihak.

Salah satunya dikutip dari Hong Kong Tourism Board, dalam hal keamanan dan teknologi. Layanan perusahaan transportasi di Hong Kong MTR Corporation, baru-baru ini mulai menggunakan robot Vapourised Hydrogen Peroxide (VHP) untuk mensterilkan gerbong dan stasiun kereta.

Baca juga: ITS Bikin Robot untuk Tangani Covid-19

Fasilitas stasiun kontak-tinggi seperti mesin tiket, tombol lift dan pegangan tangan dibersihkan dengan larutan pemutih setiap dua jam. Selain itu, filter pendingin ruangan (AC) di dalam kereta lebih sering dicuci dan diganti daripada sebelumnya.

Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) telah mengerahkan sebuah teknologi canggih, Intelligent Sterilization Robot (ISR) untuk mensterilkan kuman dan virus menggunakan kombinasi teknologi sinar UV, nozel semprot 360 derajat, dan saringan udara. Teknologi ini dikembangkan di Hong Kong, tetapi robot ini sebelumnya hanya digunakan di rumah sakit.

HKIA merupakan bandara pertama di dunia yang menggunakan robot ISR dalam situasi non-klinis.

Demikian pula dalam hal berkendara, para supir taksi di Hong Kong menggunakan masker wajah sebagai tanda hormat kepada penumpang mereka, dan taksi sudah dilengkapi dengan botol pembersih tangan di bagian belakang kursi pengemudi untuk penumpang.

Perusahaan bus bersusun KMB telah mulai memasang dispenser pembersih tangan baik di dalam bus dan juga di terminal. Bus KMB juga menyediakan keset lantai yang ditaburi dengan larutan pemutih untuk memudahkan penumpang mendesinfeksi sepatu mereka saat menaiki bus.

 Masyarakat Hong Kong tetap memberi apresiasi seni yang dituangkan lewat bantuan kemanusiaan. Seperti yang dilakukan salah satu merk retail asal Hong Kong, G.O.D. (Goods of Desire), Douglas Young, salah satu pendirinya, mengingkatkan masyarakat untuk tetap positif di tengah pandemi COVID-19, dengan meluncurkan masker wajah kain yang tersedia dalam berbagai warna dan desain unik.

Sementara untuk di bidang kesenian, gelaran pameran seni yang akan dilaksanakan terpaksa harus ditiadakan untuk menghindari terjadinya kerumunan. Sebagai gantinya, pameran seni Art Basel Hong Kong 2020 membuat Online Viewing Rooms yang menampilkan lebih dari 2.000 karya seni dari 235 galeri di seluruh dunia. Art Central juga menjual karya-karya secara online semenjak munculnya Covid-19 ini. Sungguh gerakan kreatif yang bisa ditiru di Indonesia. (ant/ayn)

 

 

 

 

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru