Badai Tropis Molave Membuat 1.800 Warga Filipina Diungsikan

harianmerahputih.id
Warga mengendarai kendaraan melewati kawasan tergenang banjir usai diguyur hujan lebat akibat badai tropis "Butchoy" di Manila, Filipina, Kamis (11/6/2020). ANTARA FOTO/Xinhua/Rouelle Umali/pras.

MERAHPUTIH| FILIPINA- Badai tropis Molave diperkirakan akan membawa hujan lebat. Karena itu, Filipina mengeksekusi hampir 1.800 orang. Diperkirakan hujan lebat akan turun di dua bagian Selatan pulau utama Luzon, Minggu.

Peringatan angin topan tropis dikeluarkan untuk beberapa provinsi di wilayah Bicol dan Calabarzon dengan badai Molave diperkirakan akan menghantam di kemudian hari saat melintasi wilayah selatan Luzon, kata biro cuaca nasional.

Baca juga: Naik 54 Persen, Investasi Sektor Manufaktur Lampaui Rp365 Triliun

"Intensifikasi lebih lanjut sebelum pendaratan di wilayah Bicol masih mungkin terjadi," kata biro dalam sebuah buletin.

Molave mengikuti badai tropis Saudel, yang pekan lalu menyebabkan banjir yang meluas di Provinsi Quezon di wilayah Calabarzon, tenggara Ibu Kota Manila.

Baca juga: Jokowi Bicara di Major Economies Forum on Energy and Climate 2021

Setelah melintasi kepulauan Filipina, Molave diperkirakan akan terus meningkat di Laut Cina Selatan, kemungkinan mencapai kategori topan pada Selasa malam (27/10).

Operasi perjalanan laut dibatalkan di wilayah Calabarzon, dengan 662 orang dilaporkan terdampar di pelabuhan karena angin kencang, menurut badan pemantau bencana.

Baca juga: Jokowi: P4G Harus Dilakukan dengan Cara yang Luar Biasa

Di Provinsi Bicol, total 532 keluarga, atau 1.789 orang, dievakuasi terlebih dahulu ke tempat penampungan sementara, menurut otoritas Filipina.


Sumber: Reuters

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru