MERAHPUTIH|PRANCIS- Tersangka asal Tunisia dalam serangan Kamis yang menewaskan tiga orang di Nice di Prancis selatan tidak disebutkan oleh polisi Tunisia dalam daftar tersangka militan sebelum ia meninggalkan negara itu pada September, kata seorang pejabat pengadilan.
Brahim Aouissaoui, 21, meninggalkan Tunisia dengan perahu pada 14 September, kata pejabat itu, Mohsen Dali, dan tiba di Nice pada Rabu. Tunisia telah membuka penyelidikan terhadap Aouissaoui, yang ditahan oleh polisi Prancis setelah serangan itu, kata Dali.
Baca juga: Naik 54 Persen, Investasi Sektor Manufaktur Lampaui Rp365 Triliun
Aouissaoui berasal dari desa Sidi Omar Bouhajla dekat Kairouan, tetapi akhir-akhir ini tinggal di Sfax dan polisi sedang mengintrograsi keluarganya di sana, kata sumber keamanan Tunisia, seperti dinukil dari ANTARA.
Baca juga: Jokowi Bicara di Major Economies Forum on Energy and Climate 2021
Sfax, pelabuhan utama sekitar 130 km (80 mil) dari pulau kecil Lampedusa di Italia, adalah titik keberangkatan utama bagi warga Tunisia yang ingin melakukan penyeberangan berbahaya dan ilegal ke Eropa.
Sumber polisi Prancis mengatakan Aouissaoui juga tidak dikenal oleh dinas intelijen Prancis.
Baca juga: Jokowi: P4G Harus Dilakukan dengan Cara yang Luar Biasa
Sumber: Reuters
Editor : Eko Yudiono