Kabar Gembira! Yunani Akhirnya Punya Masjid

harianmerahputih.id
Acropolis dan Parthenon terlihat diterangi dengan sistem pencahayaan baru, di Athena, Yunani, Rabu (30/9/2020). . ANTARA FOTO/Xinhua/Marios Lolos/hp.

MERAHPUTIH| ATHENA- Athena, Yunani akhirnya punya Masjid. Pembukaan Masjid di Athena dilaksanakan Senin waktu setempat seperti laporan media setempat. Dengan dibukanya Masjid tersebut, Yunani kini lepas dari predikit negara Eropa yang menyedihkan dan tidak punya Masjid.

Imam pertama masjid tersebut bernama Zaki Mohammed, 49, warga Yunani yang berasal dari Maroko, demikian lansiran harian Yunani Ekathimerini, seperti dinukil dari ANTARA.

Baca juga: Naik 54 Persen, Investasi Sektor Manufaktur Lampaui Rp365 Triliun

Doa pembukaan masjid dilakukan dengan menjaga jarak sosial akibat meningkatnya kasus COVID-19 di Yunani, seperti di sebagian besar Eropa.

Keputusan untuk membangun sebuah masjid di Athena pertama kali dibuat pada 2006, dengan anggaran 1,04 juta dolar AS (sekitar Rp 15,1 miliar), namun birokrasi yang bertele-tele, protes dari kelompok sayap kanan dan rintangan hukum menghentikan proses tersebut.

Baca juga: Jokowi Bicara di Major Economies Forum on Energy and Climate 2021

Hingga saat ini, setengah juta umat Muslim di kota tersebut harus menggunakan ruang bawah tanah yang kotor dan lokasi yang tidak sehat untuk menjalankan ibadah solat, kata Ibrahim Serif, mufti terpilih dari Kota Komotini (Gumulcine) di Trakia Barat, kepada Anadolu pada 2017.

Turki telah lama mengecam pelanggaran oleh Yunani terhadap hak-hak minoritas Turki dan umat Muslim, mulai dari menutup masjid dan membiarkan masjid bersejarah rusak, hingga menolak untuk mengakui pemilihan umat Muslim atas mufti mereka sendiri.

Baca juga: Jokowi: P4G Harus Dilakukan dengan Cara yang Luar Biasa

Tindakan ini melanggar Perjanjian Lausanne 1923 sekaligus putusan Pengadilan HAM Eropa (ECHR), sehingga menjadikan Yunani sebuah negara yang merendahkan hukum, kata pejabat Turki.(red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru