MERAHPUTIH|MALUKU- Brigjen TNI Arnold Ritiauw salah satu putra asli asal Pulau Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah, akan menyampaikan persoalan yang dialami warga TNS kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk secepatnya diselesaikan.
Hal ini disampaikan Ritiauw, usai melakukan pertemuan dengan sejumlah Raja - Raja TNS di Rumah Kopi Joas Urimesing, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (08/01).
Pasalnya, sejak warga TNS di eksodis (pindah) dari Tahun 1978 ke Negeri Makariki selama 4 tahun lebih serta ke Negeri Wapia hingga saat ini, persoalan batas tanah belum juga diselesaikan.
Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit
Kondisi ini yang membuat warga TNS merasa terpinggirkan dan hidup dalam ketakutan, lantaran ada 4 negeri masing -masing Negeri Amahai, Aruru, Sepa dan Makariki, yang mempertanyakan batas tanah mereka.
" Jadi setengah mati dorang, jadi beta minta tolong bantu warga TNS dan di ingatkan supaya persoalan cepat selesai," ungkap Jendral Bintang satu ini.
Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025
Ritiauw, yang merupakan Putra asal TNS ini, mengatakan dirinya telah melakukan pertemuan dengan raja-raja Amahai, Sepa, Aruru, dan Makariki. Dari hasil pertemuan tersebut tambah Ritiauw tidak ada permasalahan. Hanya saja ungkap orang nomor satu di jajaran Korem 151 Binaiya ini tidak ada sinkronisasi terkait pemahaman tentang batas tanah. Olehnya Pinta Ritiauw, perlu adanya sinkronisasikan berdasarkan bukti-bukti hukum yang otentik, sehingga persoalan batas tanah ini dapat diselesaikan secara baik.(boy) `
Editor : Eko Yudiono