MERAH PUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dalan acara Refresment Perpankan yang di selenggarakan oleh PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur atau Bank Jatim tbk, Rabu (10/3).
Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah Imengatakan, UKM memiliki peran besar bagi Jawa Timur. Bahkan menyumbang 4,8 persen pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Baca juga: Membanggakan! Bank Jatim Sabet Platinum Rank dalam ASRRAT 2025
Oleh sebab itu, Khofifah ingin agar penyaluran kredit PEN dari Bank Jatim dikawal betul agar bisa tepat sasaran dan bisa maksimal mengungkit pemulihan ekonomi Jawa Timur.
"Backbone PDRB Jawa Timur itu adalah UKM. Maka tentu kita akan terus mengawal komitmen Bank Jatim untuk pemberian kredit bagi pelaku UKM," tegas Khofifah.
Selain itu Khofifah juga menekankan kepada para kapala cabang Bank Jatim untuk segera meningkatkan akselerasi pemasaran produk dan layanan. Diantaranya yakni kepala cabang Bank Jatim di masing masing daerah harus nyambung dengan masing masing kepala daerah yang baru dilantik di Jawa Timur serta menemukenali program program yang bisa disenergikan.
"Saya juga pesan bahwa dalam waktu dekat kita akan punya Kawasan Industri Halal (KIH). Karena nanti KIH akan konsen pada industri kecil dan menengah, maka Bank Jatim juga harus memberi support," kata Khofifah.
Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya
Sementara itu Busrul Iman, Direktur Utama PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) Tbk, menyampaikan program Bank Jatim berupa penyaluran kredit kepada masyarakat Busrul Iman mengatakan, tahun ini Bank Jatim akan menyalurkan dana PEN sebesar Rp 2 trilliun.
Penyaluran dana PEN untuk tahun ini dilakukan Bank Jatim terhitung tanggal 10 Februari 2021. Dana ini akan segera disalurkan pada nasabah, maupun debitur yang terdampak langsung maupun tidak langsung pandemi COVID-19.
Sektor yang bisa mengakses kredit PEN ini adalah sektor mikro, retail, maupun komersil.
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
"Untuk kapan penyalurannya, kita punya planning. Karena habis ini kan ada bulan puasa. Kita nanti akan atur. Tapi ini memang berlaku sampai 1,5 tahun, jadi masih ada ruang kita untuk penyaluran," ucap Busrul.
Tidak hanya kredit PEN, Busrul menegaskan, komitmen Bank Jatim dalam mendukung tumbuh dan berkembangnya UMKM Jatim ini juga adalah adanya penyaluran KUR. Tahun ini, akan menjadi tahun pertama Bank Jatim menyalurkan KUR.
"Kami dipercaya mengelola dana KUR, nilainya Rp 1 trilliun. Kami akan asesmen dengan baik supaya tersalurkan maksiamal pada orang yang tepat. Terutama untuk sektor riil seperti UMKM," jelas Busrul. (red)
Editor : Eko Yudiono