Varian Delta Diduga Penyumbang Naiknya Kasus Covid-19 di Ambon

harianmerahputih.id
Walikota Ambon Richards Louhenapessy. HMP/BOY

MERAHPUTIH|MALUKU-Walikota Ambon Richards Louhenapessy menduga, varian baru Covid-19 Delta sebagai peyumbang bagi kenaikan kasus terkonfirmasi positif di Kota Ambon dan diduga sudah menyebar di berbagai tempat.

Pasalnya, peningkatan kasus saat ini sangat cepat dibandingkan kasus terdahulu. Sampai dengan 2 Juli 2021, angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ambon mencapai 660 kasus. Kenaikan ini cukup drastis dari sebelumnya hanya 36 kasus, lima hari sebelumnya.

Richard Louhenapessy yang kepada sejumlah wartawan di tribun lapangan Merdeka, Sabtu (3/7/2021) pagi mengatakan, walaupun masih perlu diteliti keberadaan virus varian Delta ini, tetapi dengan melihat  tren kenaikan jumlah kasus, patut diduga menjadi penyumbang bagi tingginya angka terkonfirrmasi positif Corona di Ambon.

“Kami memantau bukan lagi hari tetapi jam per jam, dari beberapa hari terakhir ini ternyata tingkat terkonfirmasi positif  relatif cukup tinggi. Untuk lima hari terkahir ini saja sudah mencapai 660 kasus. Kami menduga ini dampak dari varian baru sebagaimana yang disinyalir oleh Pemerintah Kota, sekarang ini kita lagi menunggu hasil uji laboratorium” ungkap Louhenapessy.

Guna memutus rantai  penyebaran virus Covid-19, Pemerintah Kota Ambon telah menerbitakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro.

Untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19 tersebut, Louhenapessy mengaku gerak cepat selama merumuskan strategi efektif, dan berbagi tugas agar PPKM Berbasis Mikro dapat berjalan efektif.

"PPKM berbasis Mikro yang dikeluarkan  Pemkot, ditindaklanjuti dengan pelaksaan Operasi Yustisi oleh Satgas Penanggulangan Covid 19 Kota Ambon,” urainya.

Louhenapessy kembali menegaskan, pengetatan terhadap pelaku perjalanan antar wilayah dalam Provinsi ke kota Ambon, syaratnya wajib menggunakan surat keterangan Swab Antigen negatif Covid dan kartu minimal pernah divaksin satu kali. Sedangkan setiap pelaku perjalanan dari luar Provinsi Maluku wajib melampirkan hasil PCR Negatif disertai kartu vaksin

"Saya himbau masyarakat untuk lebih meningkatkan protokol kesehatan (prokes). Yakni 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah,”pintanya.(boy) 

Baca juga: Pemkot Surabaya Siaga Hadapi Lonjakan ISPA, Balita Jadi Fokus Utama

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru