MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Tmur Khofifah Indar Parawansa melantik jajaran pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur periode 2021-2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (23/8/2021).
Masing masing, Ketua : Drs. H. Roziqi, MM, Wakil Ketua I : Prof. Dr. Drs. Ali Maschan Moesa, M.Si, Wakil Ketua II : Drs. Ahsanul Haq, M.Si, Wakil Ketua III : Dr. H. Muhammad Zakki, M.Si, dan Wakil Ketua IV : Dr. Drs. H. Husnul Khuluq, MM.
Seusai melantik jajaran pimpinan Baznas Jatim, Gubernur Khofifah menyampaikan jika Baznas Jatim mentargetkan mampu menaikkan jumlah zakat dua kali lipat tahun 2021 ini.
"Yang masuk di Baznas Provinsi baru 14 milyar. Saya bilang, kalau panjenengan mau target 50 persen, dari berapa," ujar Khofifah kepada Pimpinan Baznas Jatim.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengkalkulasi, apabila Aparatur Sipil Negara (ASN) Jatim juga menyalurkan zakat, infak, dan shodaqoh mereka ke Baznas, maka jumlah yang dihimpun bisa mencapai dua kali lipat dari Rp 14 milyar.
"Ini harus dikawal bersama, karena kadang kadang bukan mereka tidak mau bayar zakat, tidak mau infak, tidak mau shodaqoh, bukan begitu, cuma gak ada yang woro woro," imbuhnya.
Oleh karenanya, mantan Menteri Sosial ini meminta kepada jajaran Pimpinan Baznas periose 2021 - 2026 ini, untuk intensif melakukan sosialisasi. Bila perlu mendatangi para muzaki (orang yang membayar zakat).
"Nah sekarang woro woronya harus agak intensif, sama sama. Banyak orang kepingin infak, banyak orang kepingin shodaqoh, dan kalau sudah mencapai nisabnya, banyak orang yang kepingin zakat," tuturnya.
Sementara Ketua BAZNAS Jatim, Muhammad Roziqi akan lebih intensif mengajak Aparatur Sipil Negara Pemrov Jatim khususnya yang muslim untuk membayar zakat penghasilan 2,5 persen.
“Kami terus melakukan sosialisasi ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim. Dari jumlah OPD yang ada yang sudah ASNnya melakukan zakat ke BAZNAS Jatim baru 15 persen, sisanya harus kita lakukan safari untuk menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang mengelola zakat yang dibentuk pemerintah,” ujar Muhammad Roziqi.
Menurutnya jika para ASN OPD Pemprov Jatim ini membayar zakat melalui Baznas Jatim, potensinya bisa mencapai Rp 80 Miliar.
“Kami berharap tahun 2022 bisa mencapai diatas 50 persen dari potensi yang ada,” jelasnya.
Lebih lanjut Roziqi mengatakan berdasarkan pernyataan Gubernur Khofifah, jika dari APBD yang tidak masuk, maka BAZNAS diminta untuk membantu Pemprov Jatim dalam mengatasi kemiskinan. Menurutnya tiap bulan, pihaknya mendistribusikan zakat tersebut sesuai dengan program yang dilakukan.
“Bentuknya bisa sembako maupun beasiswa,” katanya.
Saat ditanya terkait 6000 anak di Jatim yang menjadi Yatim, Piatu, maupun Yatim Piatu karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19, Roziqi mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Gubernur Khofifah dan Dinas Sosial Jatim. (red)
Editor : prass prasetyo