Persebaya Allstar dan CSA Allstar Bertemu di Undertol Stadium Pranti

harianmerahputih.id
Hartono berpose dengan para pemain CSA Allstar. ist

MERAHPUTIH | GRESIK- Para legenda Persebaya di era- 80-an hingga 90-an hadir meramaikan Merdeka Match  melawan Campursari (CSA) Allstar di Stadion Undertol, Pranti, Gresik, Kamis, (26/8/2021) sore. Mereka kaget ketika diberi oleh-oleh berupa tahu khas Menganti dan kaca dari kerajinan rotan.

Baca juga: Persebaya Pecat Eduardo Perez, Gejolak di GBT Berbuah Keputusan Besar

Di laga kemarin, para legenda Persebaya eks juara Piala Utama 1987 hadir memenuhi undangan CSA Allstar. Diantaranya, Ibnu Grahan, eks Kapten Persebaya yang kini melatih tim AHHA PS Pati FC. Juga Yusuf Ekodono, Mahrus Afif dan Subangkit yang kini melatih Gresik United.

Tidak ketinggalan pemain seperti Hartono yang asli Setro, Menganti. Juga Usnadi, kiper yang juga dari Menganti. Anang Ma’ruf dan Reinald Pieter meramaikan laga kemarin.

Di laga kemarin, Persebaya Allstar menang, 4-2 meski sempat ketinggalan lebih dulu di babak pertama via tendangan Alex Marta. Persebaya Allstar kemudian membalas melalui Edi Santoso. Edi yang juga Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dispora Surabaya tampil luar biasa dan membuat pertahanan CSA kewalahan.

Baca juga: Persebaya Bidik Kemenangan di Laga Klasik Kontra Persija: Eduardo Perez Tegaskan GBT Harus Jadi Benteng Hijau

Di akhir pertandingan, Edi juga menjanjikan bahwa CSA bisa bermain di Gelora Bung Tomo (GBT). “Karena sebelum dipakai untuk pertandingan resmi harus dilakukan uji lapangan juga sarana dan prasana yang ada. Utamanya lampu stadion,” ungkap Edi.

Baca juga: Persebaya Curi Poin di Markas Dewa United, Drama Penalti Selamatkan Green Force

Ibnu Grahan, pelatih AHHA PS Pati FC menyebut, CSA bermain cukup kompak. “Buktinya di babak pertama kami kebobolan,” ungkap Ibnu yang pernah membawa Bhayangkara FC juara itu. Hal yang sama juga dikatakan Subangkit dan Mahrus Afif yang kemarin didaulat sebagai pelatih Persebaya Alllstar. “Yang harus dibenahi adalah kekompakan tim. Jangan terlalu main panjang-panjang nanti capek karena usia sudah di atas 40 tahun semua,” urai Subangkit dan Mahrus Afif. Subangkit mengaku salut CSA Allstar bisa menggelar acara Merdeka Match untuk merayakan Kemerdekaan. “Mudah-mudahan even seperti ini bisa digelar lagi,” katanya. (red)

 

 

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru