Tiga Pesilat Tapak Suci Harumkan Nama Sidoarjo

harianmerahputih.id
Wita Carissa Amelia, Qonit Fildza Maizura, dan Shelsa Odilia Rachman, tiga pesilat Tapak Suci Sidoarjo yang menyabet medali emas kategori beregu putri di Kejurda Jatim di Jombang 9-13 Desember lalu.
MERAHPUTIH I SIDOARJO - Rekor baru ditorehkan tiga pesilat Tapak Suci Sidoarjo. Untuk kali pertama, perguruan silat putra Muhammadiyah Kota Delta itu menyabet medali emas kategori beregu putri di Kejurda Jatim.
 
Qonit Fildza Maizura, Shelsa Odilia Rachman, dan Wita Carissa Amelia, merupakan tim satu-satunya dari Tapak Suci yang masuk dalam kontingen Sidoarjo. Mereka ikut kejuaraan yang dihelat di Jombang 9-13 Desember kemarin.
 
"Senang bercampur bangga rasanya bisa mempersembahkan medali emas dan mengharumkan nama Sidoarjo. Apalagi, ini even bergengsi. Setara dengan Porprov,. Pesertanya adalah pesilat-pesilat
terbaik dari kota maupun kabupaten se-Jawa Timur," ujar Shelsa.
 
Wita tak kalah bahagia. Dia sampai menangis sesenggukan di pelukan Novi, istri pelatih silat Rony Hermawanto. Ya. Seperti biasa, Novi setia mendampingi anak latih suaminya bertanding. Bukan hanya memompa semangat tim, tapi juga membantu memulaskan makeup agar penampilan beregu putri Sidoarjo itu lebih cantik.
Butuh waktu empat tahun bagi Shelsa, Wita, juga Aiko (sapaan Qonit Fildza) untuk mendapatkan emas di Kejurda. Mereka satu tim sejak sama-sama menuntut ilmu di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda). Tiga dara ini dilatih Rony benar-benar dari nol. Secara bertahap bisa mendapatkan prestasi dari kejuaraan level lokal sampai internasional.
 
Kekompakan tersebut berlanjut hingga mereka kuliah. Semuanya diterima di Universitas Gadjah Mada lewat jalur prestasi. "Makanya, sekarang ini kami sering tanding mewakili Sidoarjo, juga atas nama UGM," imbuh Aiko.
Dua bulan terakhir ini saja, tim yang tiap hari berlatih minimal tiga jam tersebut menyabet tiga emas di kejuaraan berbeda.
 
Sebelum menyisihkan tim unggulan beregu Putri Ngawi di final Kejurda Jatim, mereka mendapatkan emas di POMDA pada akhir November lalu. Ajang kompetisi silat antar perguruan tinggi se provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Atas kemenangan itu, mereka mengantongi tiket melaju ke POMNAS di Padang tahun depan.
Pada akhir Oktober, mereka menang PORKAB Sidoarjo. "Dua tahun lalu, kami juga pernah menang PORKAB. Lalu mewakili di PraPorprov. Menang lagi. Dan ikut Porprov Jatim. Tapi, saat itu kami kalah. Semoga kesempatan berikut, kami bisa tampil lebih maksimal. Tidak mengecewakan. Mohon doa dan dukungannya ya," tambahnya.
Aiko, Shelsa, dan Wita sangat berharap Tapak Suci Sidoarjo berjaya. Semakin moncer prestasinya, tak kalah dengan perguruan silat lain.
 
"Semoga pengurus Tapak Suci Sidoarjo juga lebih memperhatikan atlet-atletnya yang mengharumkan nama perguruan," tutur belia penyabet medali emas di kejuaraan antar negara Asean di Universiti Kebangsaan Malaysia pada Februari 2020 itu. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru