Jeritan Hati Seorang Anak yang Meminta Keadilan

MERAHPUTIH|AMBON - Hari yang ditunggu pun tiba, saya sebagai anak dari korban memutuskan untuk speak up mengenai hal ini. Karena menurut saya, hingga detik ini belum ada tindakan lanjutan untuk pelaku yang membuat saya sebagai anak korban mulai gerah.

Hari itu Ibu saya menjalankan tugasnya sebagai majelis bertugas di Gereja Bethania, Ambon untuk pergumulan anak - anak yang akan melangsungkan ujian akhir. Dimana di dalam peserta pergumulan adik saya ada didalamnya menemani beliau bertugas juga sebagai yang harus didoakan pada kala itu.

Singkat cerita pelayanan pergumulan tersebut berakhir sekitar jam 21.00 WIT, dan ibu saya berpelukan dgn adik saya, setelah itu beliau meminta adik saya pulang terlebih dahulu, dan ibu saya berjalan ke arah depan kantor lurah, tempat jual ikan asar, untuk membeli makan malam. Beliau membeli ayam bumbu RW yang sejajar dengan tempat jual ikan asar.

Setelah membayar beliau menitip ayam belian nya dan hendak menyebrang ke arah pedagang gado-gado langganannya. Di saat itulah pelaku yang biasa disebut Cello ini menabrak ibu saya yang sedang menyebrang jalan dengan sangat hati2 di tengah jalan dengan kecepatan tinggi, sehingga mengakibatkan ibu saya cedera parah dan langsung tidak sadarkan diri.

Beliau lalu di larikan ke rumah sakit terdekat di samping rumah saya RS Bhakti Rahayu, Ambon untuk pertolongan pertama. Saat dirumah sakit diketahui ibu saya sudah 3x muntah darah akibat benturan yang sangat hebat tersebut.

Kemudian ibu saya dirujuk ke RS DR Leimena, Ambon untuk di periksa selanjutnya. Setelah citiscan diketahui ibu saya mengalami :

1). Patah tangan kanan

2). Kaki kanan sobek dengan sangat dalam hingga terlihat tulang di betis kanan

3). Adanya pendarah di otak kanan dan kiri

4.) Beliau tidak sadarkan diri selama proses pertolongan di rumah sakit berjalan

 Setelah kejadian itu, ibu saya masih di rumah sakit dari tanggal 26-27 sore, dan kabar yang kami dengar bahwa pelaku dilepaskan dengan alasan di bawah umur.

 Hingga akhirnya ibu saya sudah meninggal, pelaku baru ditangkap kembali. Setelah kami dari pihak keluarga meminta pertanggung jawaban pihak yang berwajib dengan tanda tanya besar, mengapa pelaku bisa dibebaskan? Dibiarkan pergi begitu saja dengan asalan dibawah umur? Oh, jadi kalo anak dibawah umur berbuat sesuatu yang hingga menghilangkan nyawa orang tidak ada masalah ya?"

 Hingga kini, prosesnya tidak jelas dan kesannya didiamkan begitu saja.

Jujur saya masih berduka, dan belum mampu membicarakan hal tragis yang menimpa ibu saya. Namun, kini saya rasa saya dan keluarga tidak bisa diam. saya ikhlas ibu saya sekarang pergi, tapi saya tidak ikhlas apabila pelaku bisa berlindung dibalik alasan "dibawah umur"

Pikiran logis saya, apabila dia di bawah umur, kok bisa dia mengendarai sepeda motor? dengan kecepatan tinggi? Serta motor tidak memiliki surat - surat resmi (motor bodong) juga tidak memiliki SIM. Bukannya anak dibawah umur tidak boleh membawa kendaraan ya ?

 Saya mengajak semua orang yang sudah mau mencintai ibu saya, dan mengetahui kasus ini untuk membantu saya dan keluarga untuk bersama - sama mengawal kasus ini dengan menshare sebanyak - banyak nya, dan membantu saya untuk membuat hastag #justiceformamahaidee agar kasus ini bisa jadi perhatian publik, dan ibu saya serta keluarga bisa mendapat keadilan yang seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya.

Saya cukup bersabar, tapi kami sebagai anak kehilangan sosok ibu itu tidak mudah.

Pelaku masih bisa hidup dan melanjutkan hidupnya seperti biasa. Namun ibu saya tidak. Mau dibayar dengan harga apapun dia tidak akan kembali.

Jangan sampai kita sebagai warga sipil yang harusnya dilindungi hukum, malah mempertanyakan hukum di negeri kita tercinta ini.

Akan saya up terus kasus ini bila tidak ada perubahan dan tindakan jelas dari pihak berwajib. Saya muak berkabung dan seolah tidak ada tindakan apa -apa. Dan sebagai bakti saya yang terakhir buat ibu saya, akan saya perjuangkan terus hak ibu saya yang sudah pergi dengan cara yang sangat tragis.

Demikian kronologi kejadian yang hingga korban bisa kehilangan nyawanya di tanggal 27Februari 2023 pukul 18.55. Kejadian pada tanggal 26 Februari2023. Dinukil dari laman Facebook Felicia Vigeleyn Nikijuluw.(boy)

Editor : Eko Yudiono