Bupati Mutasi Massal, Wakil Bupati : Menyayangkan Apa Yang Dilakukan Bupati
MERAHPUTIH|BOJONEGORO - Ditengah pandemi Covid-19, Bupati Bojonegoro melakukan mutasi secara massal. Sebanyak 84 pejabat, Rabu (29/4 ) dilantik oleh Bupati di halaman Pendopo Pemkab Bojonegoro.
Mutasi ini dalam rangka, penyebaran dan mengisi kekosongan jabatan. Namun dalam pelaksanaan mutasi, Bupati Anna Muawanah disinyalir tidak melibatkan Baperjakat, sehingga banyak pejabat yang tak sesuai posisi golongan pangkat.
Menurut Anna Muawanah Bupati Bojonegoro, pelantikan ini untuk penyegaran di intansi Pemerintah Kabupaten. Selain itu selama ini banyak posisi yang kosong dilingkungan Pemerintahan Kabupaten. Dengan begitu mutasi ini, untuk mengisi jabatan yang kosong.
"Banyak pejabat di instansi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang sudah lama kosong, sehingga perlu penyegaran dan pengisian jabatan tersebut," ujar Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah.
Sementara itu menurut Budi Irawanto sebagai Wakil Bupati Bojonegoro, pihaknya menyayangkan apa yang dilakukan Bupati, karena saat pemdemi Covid-19, bukan serius menangani Covid, tapi Pemkab Bojonegoro malah melakukan mutasi dan pelantikan.
"Padahal baru saja kemarin dilakukan rapid test, pada beberapa kepala dinas, dan kepala bidang ada diantara mereka yang hasilnya positif," kata Budi Irawanto, Rabu ( 29/4)
Selain itu sejak awal Pemerintahan di periode ini, Bupati sudah melakukan 8 kali mutasi. Namun tak pernah sekalipun melibatkan badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat) Kabupaten Bojonegoro.
Sehingga dampaknya, terjadi tumpang tindih golongan, ada beberapa golongan yang tak pas, sebagai contoh di cipta karya ada kabid golongan iiic, dengan kasi golongan empat A, sementara kabid terjadi di isi dengan golongan tiga C. (yat )
Editor : Lasiono
Harian Merah Putih