Murad Ismail: Benhur G Watubun Tak Layak Jadi Ketua DPRD

Gubernur Maluku Murad Ismail dalam acara penyerahan bantuan sapi untuk Kurban dari Presiden Joko Widodo.
Gubernur Maluku Murad Ismail dalam acara penyerahan bantuan sapi untuk Kurban dari Presiden Joko Widodo.

MERAHPUTIH|MALUKU- Gubernur Maluku Murad Ismail  menyebut Benhur George Watubun belum layak jadi Pimpinan DPRD Provinsi Maluku.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Maluku Murad Ismail saat memberi sambutan dalam acara penyerahan hewan Kurban bantuan Presiden Joko Widodo di pelataran Masjid Al-Fatah Ambon Rabu (28/6).

Dinukil dari Siwalimanews.com awalnya Murad Ismail memberikan salam kepada para Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimpda) Maluku, namun saat menyapa Ketua DPRD Provinsi Maluku yang diwakili oleh Wakil Ketua Abdullah Asis Sangkala, Murad langsung melontarkan pernyataan keras kepada Ketua DPRD.

Di depan tamu undangan, Murad Ismail mengatakan, jika Benhur Watubun belum siap untuk menjadi Ketua DPRD  namun dipaksakan.

"Belum siap untuk menjadi Ketua DPRD namun dipaksakan,” ujar Murad.

"Akibat dari belum siap menjadi Ketua DPRD, berdampak pada kesiapan Benhur dalam menghadiri acara-acara resmi dan selalu diwakili. Dipaksakan jadi Ketua DPRD itu tidak pernah siap di manapun acara-acara resmi berada,” tegas Murad.

Usai menyinggung ketidakhadiran Ketua DPRD Benhur Watubun, Murad pun melanjutkan dengan memberi salam kepada Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah(OPD) yang hadir.

Seperti diketahui perseturuan antara Murad Ismail dan Benhur Watubun dimulai dari beredarnya rekaman skenario untuk menyingkirkan Murad Ismail dari Kursi Ketua DPD PDI-P Maluku yang beredar luas di masyarakat.

Bagi Murad Ismail, rencana menyingkirkan dirinya  sudah jelas dan di-design sejak lama oleh Komarudin, dan Benhur dilansir dari kabartimurnews.com, (10/5/2023) silam.

Rekaman suara yang beredar di publik Maluku, setidaknya sudah terbukti, keinginan Benhur Watubun menjadi Ketua DPD PDIP-P Maluku menggantikan Murad Ismail, dan PDI-P tidak akan memberi rekomendasi kepada Murad Ismail, sebagaimana cuplikan dalam rekaman itu sudah terjawab dan terbukti. (boy)

Editor : Eko Yudiono