East Java Fashion Harmony 2024: Menggugah Karya Busana di Pantai Midodaren

MERAHPUTIH I SURABAYA - Event fashion bergengsi, East Java Fashion Harmony (EJFH), akan kembali diselenggarakan di Pantai Midodaren, Kabupaten Tulungagung, dengan tema "RISE OF REMINISCENCE". Tema ini mengusung kenangan tenun yang dihidupkan kembali dalam bentuk busana kebaya dan sarung siap pakai dari bahan Tenun Jawa Timur. EJFH bertujuan menggali, mengangkat, dan mempopulerkan khasanah wastra Jawa Timur serta melestarikan budaya nusantara.

Mengangkat wastra tenun, yang perkembangannya masih tertinggal dibandingkan dengan batik, event ini juga bertujuan mempromosikan daya tarik wisata Pantai Midodaren. Pantai ini telah menerima penghargaan East Java Tourism Award 2023 dan memiliki fasilitas yang memadai serta berada di jalur lintas selatan, yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi di jalur tersebut.

Agenda utama EJFH adalah fashion show yang akan menampilkan karya 30 desainer muda siswa SMK, 6 desainer profesional dari Jawa Timur dan mancanegara, serta desainer dan model disabilitas dan 35 model profesional dari Jawa Timur. Semua karya busana akan mengoptimalkan produk UMKM Tenun dengan karakteristik kuat motif kearifan lokal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Jombang, Kediri, Tuban, Lamongan, Gresik, dan Mojokerto.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Evi Afianasari menuturkan, gelaran EJFH tahun 2024 ini, pihaknya sengaja menghadirkan desainer tamu asal luar negeri. Dengan harapan, wastra Jatim semakin dikenal luas. 

“Disamping mengenalkan bahwa kita di Indonesia, Jawa Timur khususnya, punya produk produk kain wastra yang tidak kalah dengan proudksi luar. Juga bertujuan agar Jatim dikenal sampai mancangetra, paling tidak Asia Tenggara,” kata Evi, Jumat (7/6/2024).

Selain itu, para desainer tersebut nantinya akan menggunakan kain kain tenun dari pengrajin yang ada di berbagai daerah. Seperti dari Jombang, Kediri, Tuban, Lamongan, Gresik, Mojokerto dan yang lain.

“Para pengrajin juga terbuka atas perubahan. Dan kita inginnya mereka bisa menerima tantangan dari pasar terbuka,” tambahnya.

East Java Fashion Harmony diharapkan dapat menjadi ajang promosi budaya dan produk lokal yang efektif, sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya Jawa Timur.

Dengan latar belakang Pantai Midodaren yang eksotis, EJFH 2024 menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan bagi semua pengunjung. Selain peragaan busana, acara ini juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung seperti workshop kain tenun, bazaar produk lokal, dan hiburan musik tradisional.

Kehadiran Varazatiravatt sebagai guest designer dari Thailand menambah daya tarik EJFH 2024. Karya-karya busananya yang memadukan keindahan tradisi dan modernitas diharapkan mampu memberikan inspirasi baru bagi para desainer dan pecinta mode di Indonesia.

Dengan demikian, East Java Fashion Harmony 2024 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran karya busana semata, tetapi juga menjadi wadah interaksi budaya dan pertukaran ide antara desainer lokal dan internasional, serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat mode di Indonesia. (red) 

harianmerahputih.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top