Orangtua dan Anak Bisa Alami Stres Selama Dirumah Saja

Orangtua dan anak memiliki peluang stres cukup besar bila tak mampu memanage emosi. Foto: pexel.com
Orangtua dan anak memiliki peluang stres cukup besar bila tak mampu memanage emosi. Foto: pexel.com

MERAHPUTIH| Jakarta - Bekerja dan belajar dari rumah selama masa pandemi bisa mendatangkan rasa jenuh, namun di antara orang tua dan anak, mana yang lebih rentan menghadapi stres?

Bekerja dari rumah bukanlah hal yang mudah, sebab orang tua juga dituntut untuk mendampingi anak-anaknya untuk belajar secara daring. Belum lagi tugas rumah tangga yang harus dikerjakan sekaligus.

Sementara itu, bagi anak-anak yang terbiasa bermain di luar rumah harus menghadapi konsep belajar baru menggunakan laptop atau ponsel pintar. Mereka tidak bisa bertatap muka dengan guru dan juga teman-temannya, hal inilah yang dipercaya bisa membuat stres.

"Work from home orang biasanya tambah stres apalagi anak-anak, mereka hanya dirumah, tidak boleh keluar rumah. Untuk anak-anak kelas 4 SD ke atas pendampingan orang tua tidak terlalu intens, tapi kalau yang kecil-kecil itu kan orang tua harus mendampingi," jelas psikolog Agustina Twinky Indrawati dalam sebuah wawancara.

"Ada beberapa anak yang tidak mau mau online, tidak  mau dengan gurunya. Kalau lagi online dia lari, otomatis kan orangtua harus belajar duluan sama gurunya nanti diterapkan ke anaknya dan itu enggak semua orang tua bisa," lanjutnya.

Twinky mengatakan orang tua yang tidak terbiasa mendampingi anaknya dalam proses belajar akan lebih mengalami stres, sebab fokusnya terbagi antara bekerja, menemani belajar dan juga mengurus rumah tangga. Jika orang tua stres, akan membawa pengaruh kepada anak sebab nantinya anak akan terus dimarahi.

"Kelihatannya akan sama-sama stres karena anak akan dimarahin terus. Orangtua juga stres karena harus ngajarin anaknya. Kalau orang tuanya lebih bisa terima dan memandang ini sebagai hal yang lebih positif, saya kira tidak akan stres. Yang bikin stres kan sebenarnya karena tidak bisa jalan-jalan," kata Twingky.

Baik orangtua dan anak seharusnya  bisa menerima kenyataan bahwa ditenngah pandemic semua orang harus bersabar sampai kondisi akan membaik. Sementara orangtua harus lebih mampu mengendalikan emosi, terutama di saat menghadapi anak-anak. Dengan demikian,  tingkat stress menurun dan tidak menimbulkan kepanikan dan stres. (ant/ayn)

 

Editor : Ayun Rahmawati