Dua Pedagang Positif Covid-19, Pasar Simo dan Simo Gunung Ditutup 14 Hari
MERAHPUTIH | SURABAYA - Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro membenarkan tidak beroperasinya Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung karena didapati ada pedagang yang usai uji Swab berstatus positif Covid-19.
Ditutupnya sementara kedua pasar di Surabaya itu berlaku mulai 7 Mei 2020 hingga 14 hari ke depan.
Baca juga: Akibat Covid-19 dan Gelombang Pasang Nelayan di Bantul Kelimpungan
“Kamis kemarin mulai pukul 12.00 WIB dua pasar ini mulai tidak dioperasionalkan,” terang Agus Hebi, Sabtu (9/5).
Menurutnya, sebelumnya ada dua pedagang yang berstatus positif Covid-19 dan sudah meninggal dunia. Langkah menutup pasar itu diambil untuk mencegah penyebaran yang lebih besar virus mematikan tersebut.
Terkait COVID-19 Ini Kata dr Tjatur Prijambodo MKes
Baca juga: Malang Raya PSBB, untuk Tekan Penyebaran Covid-19
Baca juga: Ini Tiga Obat Antivirus Kemungkinan Dapat Sembuhkan COVID-19
“Sesuai protokol, langkah ini yang harus kami lakukan,” tambahnya.
Adapun sebelum tidak dioperasionalkannya dua pasar ini, telah dilakukan rapid test terhadap sejumlah pedagang. Rapid test ditempuh secara acak. Ada 20 orang pedagang di Pasar Simo harus mengikuti rapid test, sedangkan di Pasar Simo Gunung ada sebanyak 10 pedagang.
Rencana awal, pasar akan tidak dioperasionalkan sementara. Yaitu melalui direksi PD Pasar Surya memang telah mengeluarkan surat bahwa tidak ada aktivitas di pasar sejak pukul 12.00 WIB.
Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Beri Bantuan Alkes untuk Pemprov Jatim
Baca juga: DPR Tegur HM Sampoerna
“Tapi ini berdasarkan hasil rapid test terhadap pedagang itu dinyatakan negatif covid-19, pasar bisa dioperasionalkan kembali,” jelas Agus Hebi mantan Kabid Kebersihan DKRTH tersebut.
Lanjut Hebi, hasil rapid test menyatakan lain. Dari 30 pedagang yang di-rapid test, lima di antaranya dinyatakan reaktif. Rinciannya, satu orang adalah pedagang di Pasar Simo dan empat lainnya di Pasar Simo Gunung.
Baca juga: Warga Tolak SMPN 1 Sanana Jadi Tempat Isolasi
Baca juga: Positif Covid-19 di Kabupaten Pasuruan Jadi 40 Pasien
“Itu hasil rapid test yang kami terima. Ada beberapa pedagang yang hasilnya reaktif, artinya terpapar covid-19 sehingga dua pasar ini harus dikarantina atau isolasi mandiri selama 14 hari,” imbuhnya.
Maka, jika digabungkan dengan hasil rapid test yang dilakukan terhadap PKL (pedagang kaki lima) di sekitar kawasan Pasar Simo, jumlah yang reaktif bertambah satu orang. Sebab sebelumnya juga telah dilakukan rapid test kepada sejumlah PKL yang dilakukan sejak Rabu (6/5), malam. (ton/tji)
Editor : Tudji Martudji
Harian Merah Putih