Pemkot Surabaya Sambut Hangat Tim Verifikasi STBM Award 2024, Pertahankan Status 100 Persen ODF
MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyambut kunjungan tim verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award tahun 2024 di ruang sidang Wali Kota Surabaya pada Selasa (27/8/2024). Dalam kesempatan tersebut, Kota Surabaya berhasil mempertahankan status 100 persen Open Defecation Free (ODF) untuk tahun 2024.
Keberhasilan ini menandai langkah maju Kota Pahlawan dalam mengimplementasikan perilaku masyarakat yang sejalan dengan lima pilar STBM. Pilar-pilar tersebut meliputi kebiasaan untuk tidak buang air besar sembarangan (BABS), mencuci tangan dengan sabun, pengolahan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan air limbah domestik rumah tangga.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menyampaikan bahwa pada tahun 2023, Kota Surabaya telah meraih penghargaan kategori Pratama dalam STBM Award.
“Di tahapan berikutnya, kita berharap bisa meraih STBM Award 2024 tingkat Madya, dan tahun depan menuju tingkat Paripurna. Pemkot Surabaya terus melakukan berbagai upaya untuk mencapai 5 Pilar STBM tersebut,” ungkap Irvan.
Untuk mempercepat pencapaian 5 Pilar STBM di Surabaya, Pemkot menerapkan tiga komponen strategis, yaitu penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment), peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation), dan peningkatan penyediaan akses sanitasi (supply environment).
“Dari sisi enabling environment, Pemkot telah banyak membuat peraturan, mulai dari Perda, Perwali, hingga Surat Edaran di tingkat kecamatan dan kelurahan. Pembiayaan juga didukung tidak hanya oleh APBN dan APBD, tetapi juga peran serta masyarakat yang secara mandiri menerapkan 5 Pilar STBM ini,” jelasnya.
Irvan menambahkan, Pemkot Surabaya juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, media massa, Non-Governmental Organization (NGO), serta Lembaga Swadaya Masyarakat untuk mencapai target 5 Pilar STBM.
“Kader Surabaya Hebat (KSH) juga berperan aktif dalam mensosialisasikan program ini secara masif melalui Aplikasi Sayang Warga, yang telah mendapat apresiasi dari tim penilai Kemenkes, Kemendagri, dan Pemprov Jawa Timur,” ujar Irvan.
Selain itu, Pemkot Surabaya terus mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui berbagai inisiatif, seperti membentuk 40 kampung zero waste, 16 eco pesantren, 10 eco kampus, dan 655 bank sampah. Pemkot juga mengelola sampah organik menjadi kompos di enam pasar, membatasi penggunaan kantong plastik, dan mengembangkan ekonomi sirkuler melalui budidaya maggot dan daur ulang sampah.
Dalam hal penyediaan akses sanitasi, Pemkot memiliki fasilitas pengolahan air limbah berupa Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Keputih, Surabaya, yang kini secara terjadwal melakukan pengambilan air limbah domestik sebagai kegiatan rutin.
Dengan upaya ini, masyarakat diharapkan semakin sadar dan peduli terhadap kesehatan lingkungan. “Segala sesuatu dapat dilakukan secara preventif dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, sehingga dapat meminimalkan penyakit menular. Insya Allah, taraf hidup dan kesehatan warga Surabaya akan terus meningkat,” pungkas Irvan. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih