UHT Ciptakan Sunfreeze: Inovasi Alat Pendingin Ikan Tenaga Surya untuk Nelayan Paciran
MERAHPUTIH I SURABAYA - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya berhasil menciptakan inovasi terbaru berupa alat pendingin ikan tenaga surya bernama "Sunfreeze". Inovasi ini ditujukan untuk membantu para nelayan di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, dalam menjaga kesegaran hasil tangkapan mereka.
Selama tiga hari, tim Pengmas UHT yang dipimpin oleh Erik Sugianto, ST., MT., PhD., dosen Teknik Sistem Perkapalan UHT, melaksanakan kegiatan pengabdian di Kelompok Nelayan Kecamatan Paciran. Tim ini terdiri dari tiga dosen Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan UHT, yakni Erik Sugianto, Hadi Prasutiyon, ST., MT., dan Suryadhi, ST., MT., serta melibatkan enam mahasiswa Program Studi Teknik Sistem Perkapalan UHT.
Dalam kegiatan tersebut, tim Pengmas UHT disambut baik oleh ketua rukun nelayan, Nur Wakhid, dan perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan, Mudhofar. Menurut Nur Wakhid, ada sekitar 500 nelayan di Kecamatan Paciran yang selama ini masih mengandalkan es balok untuk menjaga kesegaran ikan. Namun, ketergantungan ini seringkali menyebabkan masalah, terutama ketika es balok cepat mencair dan ikan menjadi mudah busuk.
"Para nelayan sangat membutuhkan teknologi baru yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap es balok. Alhamdulillah, alat ini dapat membantu mengatasi masalah tersebut," ujar Nur Wakhid.
Erik Sugianto menjelaskan bahwa proyek Sunfreeze ini didanai oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) tahun anggaran 2024.
"Alat ini dapat mengatur suhu sesuai kebutuhan nelayan dan membantu mengurangi ketergantungan pada es balok," ungkap Erik. Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini adalah langkah signifikan dalam memperkuat kemitraan antara UHT dan masyarakat nelayan.
Arif Rohmawan, salah satu nelayan di Kecamatan Paciran, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan ini. "Alat ini sangat penting untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan kami. Kami berterima kasih kepada UHT dan Kemdikbud Ristek atas bantuan ini," ujarnya.
Rektor UHT, Prof. Dr. Ir. Supartono, MM., CIQaR., juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan pengabdian masyarakat ini. "Kami berharap inovasi Sunfreeze ini tidak hanya memberikan solusi praktis bagi para nelayan di Paciran, tetapi juga menjadi model bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi langsung dalam menyelesaikan masalah nyata di masyarakat," tuturnya. Ia menambahkan bahwa UHT berkomitmen untuk terus melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan mendukung penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk masa depan yang berkelanjutan.
Dengan adanya Sunfreeze, UHT semakin mengukuhkan perannya sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi global bagi tantangan di masa depan serta meringankan beban para nelayan dalam menjaga kesegaran hasil tangkapan mereka. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih