Persebaya Bungkam Persib 4-1: Malam Magis di GBT Penuh Haru dan Sejarah

Bruno Moreira melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persib Bandung. (Persebaya)
Bruno Moreira melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persib Bandung. (Persebaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA – Malam itu, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) berubah menjadi lautan hijau yang bergemuruh. Ribuan Bonek memadati tribun, menyanyikan lagu kebanggaan, mengibarkan bendera, dan meneriakkan dukungan untuk tim kesayangan mereka. Di tengah atmosfer yang luar biasa, Persebaya menorehkan kemenangan manis dengan skor telak 4-1 atas Persib Bandung, Sabtu (1/3). 

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin bagi Persebaya. Lebih dari itu, ini adalah malam pembuktian, malam ketika sejarah tercipta kembali. Sejak 2019, Bajul Ijo tak pernah mampu menaklukkan Maung Bandung. Namun, di bawah arahan pelatih Paul Munster, semua berubah.

Kick-off dimulai dengan tensi tinggi. Sejak menit pertama, Persebaya langsung mengendalikan permainan. Serangan demi serangan dilancarkan, peluang demi peluang diciptakan. Namun, hingga 45 menit pertama berlalu, bola seakan enggan bersarang di gawang lawan. Babak pertama berakhir dengan skor kacamata, 0-0.

Namun, siapa sangka babak kedua akan menjadi panggung bagi Bajul Ijo untuk berpesta?

Menit ke-61, crossing matang dari Arief Catur Pamungkas menciptakan momen krusial. Bola yang seharusnya disapu dengan tenang justru membuat Mark Klok melakukan gol bunuh diri. GBT meledak! Persebaya unggul 1-0.

Keunggulan ini justru membuat Persebaya semakin menggila. Rizki Dwi, yang tampil luar biasa malam itu, menggandakan keunggulan di menit ke-79 dengan penyelesaian klinis. Belum sempat Persib bernapas, Persebaya kembali memperlebar jarak. Bruno Moreira mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-82.

Namun, Persib tak mau menyerah begitu saja. Ryan Kurnia sempat memberi harapan bagi tim tamu dengan golnya di menit ke-89. Tapi Persebaya ingin memastikan bahwa malam ini benar-benar milik mereka. Francisco Rivera, sang maestro lini tengah, menutup pesta gol di menit ke-90+2. Skor akhir 4-1 untuk Bajul Ijo.

Di balik euforia kemenangan, ada momen haru yang menyentuh hati seluruh Bonek. Sebelum laga dimulai, stadion tiba-tiba gelap. Di layar besar, sosok legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro, muncul dalam tayangan video. Lagu Song for Pride mengiringi, dinyanyikan bersama oleh Rian—sapaan Rachmad Irianto, putra Bejo.

Bonek yang turut menyanyikan lagu kebanggaan itu membuat suasana semakin emosional. Air mata tak terbendung. Rian, yang hadir bersama keluarganya, tampak menangis haru. Momen ini menjadi pengingat bahwa Persebaya bukan sekadar klub sepak bola, melainkan keluarga besar yang penuh cinta dan kebanggaan.

Pelatih Paul Munster pun mengakui bahwa kemenangan ini lebih dari sekadar taktik di lapangan.

"Secara keseluruhan, performa kami malam ini sangat excellence. Anak-anak bermain luar biasa dan mereka memang berhasrat untuk memenangkan pertandingan ini. Itu yang paling utama, sebab kemenangan terakhir kami atas Persib terjadi pada 2019 lalu. Jadi kami sedikit membuat sejarah," ungkap Munster dengan penuh kebanggaan.

Sementara itu, Rizki Dwi yang mencetak gol perdananya untuk Persebaya tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

"Ini pertandingan besar. Kami yakin bisa menang. Kami percaya satu sama lain. Saya berterima kasih kepada coach Paul, asisten, dan semua tim. Ini kemenangan untuk semua Bonek," ujar Rizki dengan senyum lebar.

Dengan tambahan tiga poin, Persebaya tetap berada di posisi ketiga klasemen dengan koleksi 44 poin. Gap tujuh poin dari pemuncak klasemen masih bisa dikejar. Malam ini adalah awal dari perjalanan besar. Persebaya telah menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang tak bisa diremehkan.

Bagi Bonek, kemenangan ini adalah hadiah manis. Bukan hanya karena skor yang mencolok, tetapi karena malam ini adalah malam kebanggaan, malam ketika sejarah baru ditulis, dan malam ketika nyanyian Song for Pride menggema lebih kuat dari sebelumnya. (red) 

 

Editor : prass prasetyo