Persebaya Panaskan Mesin Jelang Duel Lawan Persija: Munster Ubah Latihan Jadi Sprint Akhir
MERAHPUTIH I SURABAYA - Udara pagi yang segar di Surabaya membawa semangat baru bagi skuad Persebaya. Sabtu ini, suasana latihan diwarnai dengan suasana kompetitif yang lebih intens, ketika Paul Munster menggelar internal game 11 vs 11. Ini bukan sekadar uji coba rutin. Bagi tim berjuluk Bajol Ijo, laga simulasi ini adalah bagian penting dari rangkaian persiapan menuju laga krusial pekan ke-28 Liga 1 menghadapi Persija Jakarta pada 12 April mendatang.
Kegiatan ini digelar di hari ketiga sesi latihan setelah para pemain kembali dari libur Idulfitri. Selama dua hari sebelumnya, fokus Munster tertuju pada satu hal: mengembalikan kondisi fisik pemain usai rehat panjang. Namun, sejak pagi ini, pendekatan latihan berubah. Intensitas meningkat. Strategi mulai diuji. Dan yang terpenting: semangat kompetisi di dalam skuad kembali menyala.
“Dalam beberapa hari terakhir, latihan lebih fokus pada fisik. Tapi hari ini, kami mulai fokus fisik dan taktik,” ujar pelatih kepala Persebaya, Paul Munster. “Internal game ini kami gelar untuk meningkatkan intensitas, melihat bagaimana pemain bereaksi di bawah tekanan permainan.”
Momentum ini krusial. Persebaya belum bertanding sejak 12 Maret lalu—sebulan penuh tanpa laga kompetitif akibat jeda FIFA Matchday dan libur Lebaran. Meski demikian, Munster memastikan, timnya tidak kehilangan ritme.
“Latihan sudah berjalan lama, tapi kami buat bervariasi. Para pemain menikmatinya. Tapi sekarang, di hari-hari terakhir ini, latihannya memang lebih berat. Karena kami masuk fase penentuan,” tegas Munster, mengisyaratkan bahwa Persebaya telah memasuki fase sprint menuju garis akhir musim.
Persebaya saat ini bertengger di posisi ketiga klasemen sementara Liga 1. Tujuh pertandingan tersisa. Tujuh laga yang bisa menjadi perbedaan antara sekadar bertahan di papan atas, atau menorehkan sejarah baru di bawah komando Munster. Sang pelatih menyebut periode ini sebagai “sprint akhir”—fase di mana konsistensi dan mentalitas juara akan sangat diuji.
Persiapan menuju pertandingan kontra Persija pun tidak main-main. Tim pelatih memastikan semua pemain siap bersaing secara adil untuk memperebutkan tempat di starting eleven. Termasuk dua pilar yang baru saja kembali dari tugas negara: Ernando Ari Sutaryadi dan Mohammed Rashid.“Secara fisik dan mental mereka terlihat lebih fresh. Sekarang mereka langsung kerja keras untuk kembali masuk ke grup. Situasinya bagus, semua berjuang untuk posisi,” ujar Munster. “Mereka semua akan dapat kesempatan, baik saat latihan maupun dalam game internal.”
Tren positif yang dicatat Persebaya sebelum jeda menjadi modal penting. Tiga pertandingan terakhir pada Maret menghasilkan dua kemenangan dan satu hasil imbang. Sebuah bukti bahwa tim mulai menemukan kestabilan performa.
Namun, Munster tidak ingin terpaku pada masa lalu. Fokus kini tertuju pada duel tandang ke Jakarta. Lawan yang tidak ringan, atmosfer stadion yang akan membara, dan tekanan publik ibukota akan menjadi ujian sesungguhnya bagi karakter Persebaya.
“Setiap pertandingan sekarang ibarat final. Kami tidak boleh kehilangan fokus. Sprint sudah dimulai,” tutup Munster dengan nada optimis namun penuh kewaspadaan.
Dengan tujuh laga tersisa dan impian besar di depan mata, Persebaya kini berada di titik di mana setiap langkah bisa menentukan nasib. Dan di bawah langit Surabaya yang mulai menghangat, mereka mulai memanaskan mesin—siap menembus garis finis dengan kepala tegak. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih