Surabaya Jajaki Program Sister City dengan Finlandia

pertemuan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, di Ruang Kerja Wali Kota Surabaya, Senin (28/4/2025).
pertemuan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, di Ruang Kerja Wali Kota Surabaya, Senin (28/4/2025).

MERAHPUTIH I SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya membuka peluang kerja sama internasional dengan Finlandia melalui penjajakan program sister city. Langkah ini mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, di Ruang Kerja Wali Kota Surabaya, Senin (28/4/2025).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut membahas potensi kemitraan yang melibatkan berbagai sektor strategis. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, yang turut hadir mendampingi Wali Kota Eri, mengungkapkan bahwa gagasan utama dalam pembahasan adalah membangun hubungan sister city antara Surabaya dan salah satu kota di Finlandia.

"Diskusi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, hingga sektor swasta," ujar Agus.

Dalam penjajakan tersebut, terdapat empat bidang yang diidentifikasi memiliki peluang besar untuk kolaborasi, yakni teknologi smart city, manufaktur engineering, penggalian data, dan pendidikan. Di bidang manufaktur engineering, Pemerintah Kota Surabaya berharap dapat membuka jalan bagi investasi baru, khususnya untuk pengembangan transportasi publik.

Selain itu, kerja sama di bidang pendidikan juga menjadi perhatian khusus. Dubes Pekka telah meninjau langsung potensi kerja sama dengan mengunjungi dua perguruan tinggi terkemuka di Surabaya, yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair).

Agus menambahkan, Pemkot Surabaya berencana menyiapkan program pertukaran pelajar yang memungkinkan talenta muda Surabaya melanjutkan pendidikan S2 di Finlandia dengan dukungan penuh. Untuk merealisasikan kerja sama ini, kedua pihak akan mulai mempersiapkan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar formal inisiasi program sister city.

Dubes Pekka Kaihilahti, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan optimisme terhadap peluang kemitraan dengan Surabaya. Ia menyebut Surabaya sebagai salah satu kota di Indonesia yang berkembang pesat dan memiliki banyak kesamaan visi dengan kota-kota di Finlandia, terutama dalam bidang smart city, energi, mineral, dan pendidikan.

"Kami melihat Surabaya sebagai kota yang dinamis dan potensial. Dari perspektif kami, sangat penting untuk membangun kerja sama dengan kota ini," kata Dubes Pekka.

Sebagai tindak lanjut, Pekka mengusulkan kota terbesar kedua di Finlandia sebagai kandidat sister city bagi Surabaya. Kota tersebut telah berpengalaman dalam pengembangan smart city dan telah menjalin kerja sama dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Indonesia.

"Kota terbesar kedua di Finlandia ini, yang juga merupakan smart city dan telah menjalin kerja sama dengan IKN, sangat cocok menjadi mitra Surabaya," pungkas Dubes Pekka.(red)

Editor : Redaksi