Febri Hariyadi Menatap Kebangkitan: PERSIB Sambut Kembalinya “Bow” dalam Laga Tandang ke Ternate Bandung
MERAHPUTIH I BANDUNG - Langit Bandung mungkin tidak berubah banyak sejak musim baru Liga 1 2024/2025 dimulai, tapi di ruang latihan PERSIB, harapan baru kembali menyala. Sosok familiar dengan nomor punggung 13, Febri Hariyadi, perlahan kembali menjadi bagian dari denyut nadi klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat tersebut.
Setelah delapan bulan terpinggirkan akibat cedera, Febri akhirnya kembali mencicipi atmosfer pertandingan kompetitif. Dalam laga kontra PSS Sleman, Sabtu (26/4/2025) lalu, ia tampil sebagai pemain pengganti di menit ke-87 menggantikan Beckham Putra Nugraha di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Meski hanya sebentar, tiga menit itu menjadi penanda penting: Febri kembali.
“Yang terpenting dia sudah kembali dan Febri terlihat lapar. Dia begitu segar selama beberapa menit berada di lapangan,” ujar Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, usai pertandingan.
Penampilan singkat tersebut cukup untuk meyakinkan Hodak bahwa sang winger andalan berpotensi mendapat menit bermain lebih panjang dalam pertandingan selanjutnya. PERSIB dijadwalkan menghadapi Malut United pada laga tandang di Stadion Kie Raha, Ternate, Jumat (2/5/2025).
“Febri absen selama delapan bulan dan dari fisiknya memang belum sepenuhnya fit. Jadi kami mulai memainkannya secara perlahan. Kemungkinan di laga berikutnya dia akan bermain lagi, mungkin dengan menit bermain lebih lama,” tutur pelatih asal Kroasia itu.
Kembalinya Febri, yang akrab disapa "Bow", bukan sekadar soal kebugaran. Ini tentang mentalitas, semangat, dan upaya membangun kembali ritme yang sempat hilang. Dalam konteks yang lebih besar, kembalinya pemain asli Bandung ini menjadi dorongan psikologis penting di ruang ganti PERSIB. Ia bukan hanya pemain cepat dengan umpan silang tajam, tetapi simbol konsistensi dan loyalitas di tengah dunia sepak bola yang terus bergerak cepat.
Hodak, yang dikenal pragmatis dalam menilai performa pemain, juga mengakui bahwa momentum kembalinya Febri beriringan dengan kabar positif dari sisi medis tim. Selain Bow, dua pemain lainnya juga dilaporkan mulai kembali pulih: Gervane Kastaneer dan Dimas Drajad.
“Kami juga mempunyai lebih banyak pemain yang mulai kembali. Kastaneer kini sudah semakin bugar dan kembali bermain, Febri sudah kembali, dan Dimas sudah bisa kembali merumput. Ini bagus bagi kami karena kini yang mengalami cedera hanya tinggal beberapa pemain saja. Situasinya jadi lebih mudah,” kata Hodak.
Musim ini memang penuh tantangan bagi PERSIB. Konsistensi performa sempat terganggu oleh krisis cedera yang menghantam hampir di semua lini. Kehadiran kembali para pemain utama membuka opsi rotasi yang lebih luas dan mengurangi ketergantungan pada segelintir nama.
Namun, publik sepak bola tentu paling menanti seperti apa Febri Hariyadi dalam versi pasca-cedera. Apakah ia mampu mengembalikan kecepatan dan eksplosivitasnya? Atau justru berkembang menjadi pemain dengan pendekatan berbeda—lebih matang, lebih bijak dalam memilih momentum?
Pertanyaan-pertanyaan itu akan mulai dijawab pada Jumat nanti, di bawah cahaya stadion Kie Raha yang kerap menyulut euforia tersendiri di Maluku Utara. Di tengah sorotan kepada nama-nama seperti David da Silva atau Marc Klok, sebuah cerita comeback sedang ditulis oleh pemain lokal yang masih haus akan pembuktian.
Untuk PERSIB dan para bobotoh, kembalinya Febri Hariyadi bukan hanya kabar baik. Itu adalah penanda bahwa musim ini belum selesai, dan semangat juang belum padam.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih