Surabaya Raih Nilai Tertinggi Indeks Reformasi Birokrasi 2024
MERAHPUTIH I SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya mencatatkan capaian nasional membanggakan setelah meraih nilai tertinggi dalam evaluasi Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Tahun 2024. Atas capaian ini, penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Surabaya mencatat total skor 100,67, yang terdiri dari nilai 86,39 untuk RB General dan 14,28 untuk RB Tematik. Nilai tersebut menempatkan Surabaya sebagai pemerintah kota dengan kinerja reformasi birokrasi terbaik secara nasional.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemkot dalam melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan secara menyeluruh,” ujar Eri Cahyadi saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (1/5/2025).
RB General menilai kinerja tata kelola secara umum, sementara RB Tematik menitikberatkan pada aspek-aspek prioritas pembangunan. Dalam kategori RB General, Surabaya mencatat skor tertinggi dibandingkan seluruh pemerintah daerah tingkat kota dan kabupaten di Indonesia.
Capaian indikator pendukung lainnya juga mencerminkan perbaikan menyeluruh. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Surabaya memperoleh nilai 90,24. Sementara itu, Indeks Berakhlak mencatat angka 84,2, dan Survei Kepuasan Masyarakat mencapai skor 97,21. Seluruh angka tersebut menjadi yang tertinggi di tingkat pemerintah kota.
Kota Surabaya juga mencatat nilai tertinggi dalam penerapan sistem merit kepegawaian dengan skor 393. Capaian ini menunjukkan pengelolaan SDM aparatur yang dinilai berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.
Menurut Eri, pada aspek RB berdampak, pemerintah kota telah menyusun rencana aksi pada seluruh tema RB tematik, seperti pengentasan kemiskinan, percepatan investasi, digitalisasi pemerintahan, hingga pengendalian inflasi dan penanganan stunting.
“Seluruh tema tersebut kami tindaklanjuti dalam program-program konkret. Salah satunya adalah penggunaan aplikasi Sayang Warga dalam menurunkan angka stunting di keluarga rentan,” ungkapnya.
Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Noer Oemarijati, menambahkan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen terhadap reformasi birokrasi secara berkelanjutan. “Hasilnya, pertumbuhan ekonomi Surabaya melampaui angka pertumbuhan nasional dan provinsi,” ujarnya.
Selain itu, kata Noer, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya terus mengalami peningkatan dan menjadi yang tertinggi di Jawa Timur. Pemkot juga terus mendorong inovasi, seperti penguatan UMKM melalui e-peken dan program padat karya sebagai bagian dari strategi reformasi birokrasi yang berdampak langsung pada masyarakat. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih