Victor Igbonefo Bersiap Menutup Lembar Akhir di Persib, Bojan Hodak Siapkan Panggung Perpisahan
MERAHPUTIH I BANDUNG — Laga-laga terakhir Persib Bandung di musim ini tampaknya tidak hanya akan menjadi penentu posisi akhir tim di klasemen, tetapi juga menjadi panggung penghormatan bagi para pemain senior yang akan menutup kariernya di skuad Maung Bandung. Salah satunya adalah bek veteran Victor Igbonefo, yang tengah menjalani musim pamungkasnya bersama tim kebanggaan Bobotoh.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyampaikan rencananya untuk memberikan menit bermain bagi para pemain yang jarang tampil sepanjang musim, termasuk Igbonefo. Ia menilai bahwa kontribusi Igbonefo tidak bisa diukur semata dari jumlah penampilan di atas lapangan.
“Ini adalah musim terakhir Papa (sapaan akrab Victor Igbonefo) bersama klub. Jadi saya ingin memberinya menit bermain di dua pertandingan terakhir,” ujar Hodak saat ditemui usai sesi latihan Persib, Kamis (15/5/2025). “Ia pantas mendapatkannya, bukan hanya karena musim ini, tetapi karena kontribusinya selama bertahun-tahun membela klub ini.”
Persib masih menyisakan dua laga di kompetisi Liga 1 2024/2025, yaitu menghadapi Persita Tangerang dan Persis Solo. Menurut Hodak, momentum tersebut akan digunakan tidak hanya untuk mengamankan posisi tim, tetapi juga untuk memberi ruang bagi para pemain yang selama ini berada di balik layar kejayaan Maung Bandung.
Victor Igbonefo tercatat sudah membela Persib sejak tahun 2018. Kendati usianya kini telah menginjak 39 tahun dan jarang menjadi pilihan utama di lini belakang, sosoknya tetap menjadi panutan di ruang ganti. Kepemimpinan dan dedikasinya disebut sebagai elemen penting yang turut mengantar Persib meraih gelar juara dua musim beruntun.
Selain Igbonefo, Hodak juga membuka peluang bagi bek senior lainnya, Achmad Jufriyanto, untuk tampil dalam dua laga pamungkas. Jufriyanto, yang telah mempersembahkan tiga gelar juara bagi Persib dalam kariernya, dinilai memiliki peran strategis baik di dalam maupun luar lapangan.
“Jupe (sapaan Jufriyanto) juga termasuk pemain yang memberi banyak pengaruh positif. Ia selalu menjaga standar latihan dan memberi contoh baik kepada pemain muda,” tambah pelatih asal Kroasia itu.
Meski ingin memberi kesempatan kepada para pemain senior, Hodak juga menekankan bahwa kondisi fisik tetap menjadi pertimbangan utama. Sejumlah pemain masih dalam tahap pemulihan cedera, termasuk penyerang andalan David da Silva dan gelandang tengah Dedi Kusnandar.
“Kita akan evaluasi kondisi mereka dalam dua sesi latihan ke depan. Kalau David tidak lagi merasakan nyeri, ia bisa bermain. Tapi jika masih terganggu, tidak akan kami paksa,” ucap Hodak tegas.
Langkah Hodak memberikan ruang kepada para pemain senior di pengujung musim ini mendapat respons positif dari para suporter. Banyak dari mereka menganggap keputusan ini sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan loyalitas para pemain yang telah mengabdikan diri untuk tim dalam jangka panjang.
Dengan waktu yang tersisa hanya dalam hitungan hari, publik Bandung tampaknya akan menyaksikan babak akhir dari perjalanan panjang Igbonefo dan Jufriyanto. Di tengah dinamika kompetisi, perpisahan mereka bukan sekadar formalitas, melainkan momen penuh makna bagi klub, rekan-rekan setim, dan para pendukung yang selalu memenuhi Stadion Gelora Bandung Lautan Api. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih