Demi Cita-Cita Seorang Anak Dusun, Gubernur Khofifah Hadiahkan Sepasang Anak Sapi
MERAHPUTIH I MALANG – Di balik riuh cita-cita anak-anak tentang menjadi dokter, guru, tentara atau polisi, seorang bocah asal Dusun Sumbul, Desa Klampok, Singosari, Kabupaten Malang, menyimpan mimpi yang berbeda: menjadi peternak sapi. Mimpi itulah yang menggerakkan hati Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk turun langsung mewujudkannya.
Namanya Nanda Rosifullah, pelajar kelas 4 SD Negeri 2 Klampok yang masih berusia 11 tahun. Ketika Gubernur Khofifah bertandang ke wilayah Singosari untuk meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) beberapa waktu lalu, ia sempat berdialog dengan sejumlah anak. Di antara suara-suara kecil yang menyebut cita-cita menjadi dokter, tentara, dan profesi populer lainnya, jawaban Nanda mencuri perhatian.
“Bu, saya ingin punya sapi. Saya ingin jadi peternak,” ucap Nanda kala itu.
Jawaban itu tak hanya membuat Khofifah tersenyum, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam.
“Saya pikir, ini anak luar biasa. Di usia semuda itu, sudah punya visi yang tidak biasa. Maka saya bilang ke Pak Kadis Pendidikan, tolong carikan alamatnya,” tutur Khofifah, Minggu (18/8/2024).
Tak berselang lama, satu langkah konkret pun dilakukan. Sepasang anakan sapi, jantan dan betina, dikirim langsung ke rumah Nanda. Sapi-sapi itu kini telah menjadi bagian baru dari kehidupan bocah asal Malang tersebut. Ia bahkan memberi nama pada kedua hewan itu: Sri dan Jeki.
Tak cukup sampai di situ. Untuk memastikan sapi-sapi itu dapat dipelihara dengan baik, Pemprov Jatim juga membangunkan kandang permanen di belakang rumah Nanda.
“Kami sudah izin ke orang tuanya. Alhamdulillah diizinkan, dan kandangnya juga sudah selesai dibangun,” ujar Khofifah.
Dalam pandangan Khofifah, langkah kecil ini bukan sekadar memberikan hewan ternak. Ini adalah investasi masa depan, membangun fondasi awal dari sebuah mimpi yang barangkali bisa membentuk wirausaha peternakan unggulan kelak.
“Semoga Nanda bisa terus belajar, tetap sekolah, dan suatu hari nanti jadi peternak sapi yang sukses,” pesannya.
Di sisi lain, Nanda tak kuasa menahan rasa bahagia dan harunya. Di tengah kesederhanaan hidupnya, hadiah dari orang nomor satu di Jawa Timur itu menjadi sesuatu yang tak pernah dibayangkannya.
“Saya bahagia sekali, terharu. Terima kasih, Bu Gubernur,” katanya lirih.
Dengan semangat khas anak desa, Nanda mengaku siap merawat kedua sapi itu seorang diri. “Nanti saya yang ngarit, nyari rumputnya. Saya rawat sendiri,” ujarnya penuh tekad.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut bahwa pendidikan tidak hanya soal prestasi akademik, tetapi juga bagaimana negara hadir untuk mewadahi potensi anak-anak dari semua latar belakang.
“Kita ingin anak-anak tumbuh dengan mimpi yang jujur, yang lahir dari pengalaman hidup mereka sendiri. Nanda memberi kita pelajaran berharga tentang kejujuran cita-cita,” ucap Aries. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih