Rachmat Irianto Kembali ke Rumah, Persebaya Sambut dengan Kontrak Jangka Panjang

Manajemen PERSEBAYA resmi mengumumkan kembalinya Rachmat Irianto ke pelukan tim yang membesarkan namanya
Manajemen PERSEBAYA resmi mengumumkan kembalinya Rachmat Irianto ke pelukan tim yang membesarkan namanya

MERAHPUTIH I SURABAYA — Satu per satu kepingan sejarah kembali disusun oleh Persebaya Surabaya. Di hari istimewa, ulang tahun ke-98 klub kebanggaan Kota Pahlawan, manajemen resmi mengumumkan kembalinya Rachmat Irianto ke pelukan tim yang membesarkan namanya.

Lewat unggahan di akun resmi media sosial Persebaya, Rabu (18/6/2025), kabar itu dirilis dengan penuh emosi. “Arek’e moleh…! Rachmat Irianto telah menandatangani kontrak multiyears bersama Persebaya. Welcome Rian,” demikian pernyataan singkat namun penuh makna dari klub berjuluk Bajul Ijo tersebut.

Rachmat Irianto, atau yang akrab disapa Rian, bukan nama asing bagi pendukung setia PERSEBAYA. Ia merupakan bagian penting dalam perjalanan Persebaya sejak bangkit dari Liga 2 pada 2017 hingga bertarung di kasta tertinggi Liga 1. Selama lima musim mengenakan seragam hijau-hijau, Rian menjadi simbol kerja keras dan dedikasi, terutama di lini pertahanan.

Namun pada 2022, sang pemain mengambil keputusan besar: hijrah ke Persib Bandung. Di klub asal Jawa Barat itu, Rian sempat mencicipi manisnya trofi Liga 1 sebanyak dua kali, kendati perjalanannya tidak selalu mulus. Cedera dan minimnya menit bermain membuat ekspektasi tidak sepenuhnya sejalan dengan kenyataan.

Kini, ia pulang. Dan bukan sekadar kembali, tetapi disambut dengan kepercayaan penuh. Manajemen Persebaya langsung mengikat Rian dengan kontrak jangka panjang. Sebuah langkah yang mencerminkan komitmen klub untuk membangun fondasi yang kokoh menyongsong musim-musim kompetisi mendatang.

“Pulang bukan hanya soal tempat. Tapi soal rasa. Dan kami percaya, Rian akan membawa rasa itu kembali ke ruang ganti, ke tribun, dan ke jantung permainan Persebaya,” ujar Manajer Tim Persebaya, dalam keterangan tertulis.

Rian sendiri dikenal sebagai pemain serba bisa. Di Persebaya, ia pernah diplot sebagai gelandang bertahan, bek tengah, bahkan bek sayap. Ketangguhannya dalam duel satu lawan satu, kemampuan membaca permainan, serta kepemimpinan alamiah di lapangan, menjadi aset berharga yang kembali menghiasi tim asal Surabaya.

Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah ikatan emosional yang menyelimuti perjalanan karier Rian. Ia adalah putra dari Bejo Sugiantoro, legenda hidup Persebaya yang juga sempat menjadi pelatih kepala. Kembalinya Rian seakan mengulang siklus sejarah, menegaskan bahwa darah Persebaya masih mengalir deras dalam dirinya.

“Bisa kembali ke Persebaya adalah mimpi yang tak pernah padam. Ini rumah saya. Saya ingin memberi sesuatu yang lebih besar dari sebelumnya,” ucap Rian, dalam wawancara singkat usai penandatanganan kontrak.

Di tengah upaya klub untuk bangkit dan berprestasi, kehadiran pemain berpengalaman seperti Rian menjadi penting. Ia tak hanya diharapkan memperkokoh pertahanan, tetapi juga menjadi jembatan bagi regenerasi tim. Dengan usia yang relatif masih produktif, 25 tahun, dan jam terbang tinggi di level kompetisi nasional, Rian berada pada momen terbaik untuk membuktikan bahwa ia masih layak menjadi andalan.

Publik pun menyambut hangat kepulangannya. Sejumlah komentar membanjiri lini masa, sebagian besar mengapresiasi langkah Persebaya yang dinilai cerdas dan menyentuh hati.

“Molehe Rian seolah jadi kado terbaik di ulang tahun Persebaya tahun ini. Semoga jadi awal dari kebangkitan yang kita rindukan,” tulis salah satu penggemar di media sosial.

Musim depan, Persebaya akan memulai perjalanan baru dengan wajah-wajah lama yang kembali pulang. Dan dari semua nama, kembalinya Rachmat Irianto barangkali menjadi simbol paling kuat bahwa rumah, pada akhirnya, selalu punya cara untuk memanggil pulang anak-anaknya. (red)

Editor : Redaksi