Zulkifli Lukmansyah, Harapan Muda PERSIB yang Tak Mau Terburu Ekspektasi

Penyerang muda PERSIB, Zulkifli Lukmansyah. (PERSIB.co.id/Barly Isham)
Penyerang muda PERSIB, Zulkifli Lukmansyah. (PERSIB.co.id/Barly Isham)

MERAHPUTIH I BANDUNG – Di tengah gemerlap persiapan PERSIB Bandung menyambut Liga Super Indonesia 2025/2026, satu nama muda mulai mencuri perhatian. Zulkifli Lukmansyah, penyerang belia yang baru saja dipromosikan ke tim senior, memilih tetap membumi. Bagi remaja kelahiran Rancaekek, Kabupaten Bandung, perjalanan masih sangat panjang. Ia tak mau terjebak dalam euforia dan ekspektasi berlebihan.

Zulkifli bukan nama asing di lingkungan PERSIB. Ia adalah salah satu lulusan terbaik dari Akademi PERSIB, dan performanya di Piala Presiden 2025 membuktikan bahwa potensi besar tengah tumbuh di lini depan skuad Maung Bandung. Dalam dua pertandingan turnamen pramusim tersebut, Zulkifli tampil penuh determinasi lugas, percaya diri, dan tak gentar menghadapi lawan yang lebih senior.

Namun, ketika banyak pihak mulai menaruh harapan agar dirinya menjadi senjata rahasia baru PERSIB di Liga Super, Zulkifli justru memilih untuk menahan diri. Ia menegaskan bahwa targetnya musim ini bukanlah mencetak sejumlah gol atau mengincar posisi utama di lini serang, melainkan memantapkan level permainannya sebagai bagian dari proses pembelajaran di tim utama.

“Zul harus bersaing secara sehat dan bisa belajar dari senior-senior,” ujarnya saat ditemui seusai latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat, 11 Juli 2025.

Pernyataan itu terasa jujur dan mencerminkan kedewasaan seorang pemain muda yang menyadari bahwa masuk skuad utama bukan sekadar perkara teknis. Mentalitas, kedisiplinan, dan kerendahan hati adalah bekal lain yang tak kalah penting.

Lahir pada 9 Agustus 2006, Zulkifli masih berusia 18 tahun. Masa depannya masih terbentang luas. Tapi, justru di usia mudanya inilah, ia belajar tentang arti proses bahwa pencapaian besar tak diraih dalam semalam.

“Aku belum puas. Masih banyak yang harus diperbaiki. Setiap latihan jadi momen penting untuk terus berkembang,” tambahnya.

Pelatih kepala PERSIB, meskipun belum memberikan konfirmasi mengenai peluang Zulkifli di skuad utama Liga Super musim ini, kabarnya cukup terkesan dengan etos kerja sang pemain muda. Karakter bermainnya dinilai sesuai dengan filosofi tim, dan kemampuannya dalam membaca permainan menjadi salah satu nilai tambah yang jarang dimiliki pemain seusianya.

Sebagai anak muda yang tumbuh dalam atmosfer sepak bola Bandung, mengenakan seragam biru PERSIB adalah mimpi yang kini mulai menjadi nyata bagi Zulkifli. Namun, baginya, mimpi itu bukan akhir dari perjalanan, melainkan sebuah pintu awal menuju kerja keras yang lebih besar.

Di tengah riuhnya transfer pemain dan strategi tim-tim besar untuk merebut tahta juara, kisah Zulkifli adalah pengingat bahwa sepak bola tak melulu soal trofi dan sorotan. Ia juga tentang proses, pembelajaran, dan keberanian untuk tetap membumi saat peluang besar mulai terbuka.

Musim baru akan segera dimulai. Zulkifli mungkin belum menjadi bintang utama di lapangan, tapi sikapnya yang rendah hati dan tekadnya untuk terus belajar menjadikannya aset berharga bagi masa depan PERSIB. Waktu akan menjawab, dan untuk Zulkifli, waktu itu akan datang bersamaan dengan kerja kerasnya yang tak pernah putus. (red)

Editor : Redaksi