Ramon Tanque, Harapan Baru PERSIB yang Ditempa di Tanah Kamboja
MERAHPUTIH I BANDUNG — Ramon "Tanque" de Andrade Souza tak datang ke Indonesia dengan tangan hampa. Penyerang jangkung asal Brasil itu membawa serta bekal pengalaman dan ketangguhan mental hasil tempaan dari Liga Kamboja, tempatnya berkarier sebelum berseragam biru khas PERSIB.
Saat ditemui usai sesi latihan tim di Stadion Sidolig, Tanque tampak santai. Namun, di balik sikapnya yang tenang, tersimpan tekad besar untuk membuktikan diri di panggung sepak bola Indonesia.
"Pengalaman saya di Kamboja sangat berharga," ujar Tanque membuka perbincangan. "Itu kali pertama saya bermain di Asia, dan dari situ saya belajar banyak hal bagaimana beradaptasi dengan budaya baru, cuaca, gaya bermain tim, dan ritme kompetisi yang sangat berbeda dibandingkan di Amerika Selatan."
Musim 2024/25 menjadi saksi ketajaman Tanque saat membela Visakha FC, salah satu klub elite di Liga Utama Kamboja. Ia mencatatkan 21 gol dan lima assist dari total 28 pertandingan statistik yang tak hanya mencerminkan kontribusi, tetapi juga konsistensi.
Kini, bersama PERSIB, ia menghadapi tantangan yang lebih besar. Liga Super Indonesia 2025/26 dan panggung kontinental di AFC Champions League Two menjadi medan pembuktian berikutnya.
"Di sini, tantangannya lebih besar. Tapi saya menyukai tantangan," ujarnya dengan senyum kecil. "Saya masih menyesuaikan diri dengan intensitas pertandingan, jadwal yang padat, dan lingkungan baru. Tapi saya sudah jauh lebih siap."
PERSIB bukan klub sembarangan. Di balik nama besarnya, ada ekspektasi tinggi dan dukungan fanatik dari Bobotoh, basis suporter yang dikenal setia dan penuh gairah. Tanque menyadari sepenuhnya hal itu.
"Saya tahu betapa pentingnya klub ini bagi banyak orang. Kami punya semangat, tekad, dan disiplin. Kami menjalani setiap latihan dengan keseriusan. Harapan saya, pada akhirnya semua ini bisa membuat Bobotoh tersenyum bahagia," katanya penuh keyakinan.
Tanque bukan hanya sekadar pencetak gol. Ia ingin menjadi bagian dari perjalanan besar tim menuju prestasi, baik di level nasional maupun Asia.
“Saya tidak ingin hanya dikenang karena gol-gol saya. Saya ingin dikenang karena kerja keras, loyalitas, dan kontribusi untuk tim. Saya percaya, jika kita bekerja keras bersama, hasil baik akan datang,” tutupnya.
PERSIB dan Bobotoh kini menaruh harapan pada bahu Tanque. Dan pemain berusia 26 tahun itu tampaknya siap menjawabnya dengan kerja, bukan sekadar kata-kata.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih