Magis Bobotoh dan Asa Tiga Gelar Beruntun: Saddil Ramdani Tatap Musim Baru dengan Keyakinan Penuh
MERAHPUTIH I BANDUNG - Gema dukungan dari tribun stadion, bendera-bendera biru yang berkibar, serta chant yang tak pernah padam dari para Bobotoh menjadi denyut nadi PERSIB Bandung selama ini. Menjelang bergulirnya Liga Super Indonesia musim 2025/26, suasana optimistis mulai terasa di tubuh Maung Bandung, terutama bagi gelandang serang anyar mereka, Saddil Ramdani.
Pemain bernomor punggung 67 ini menyadari betul, perjalanan PERSIB musim ini tak akan mudah. Tak hanya satu, namun dua kompetisi berbeda harus dijalani Liga Super Indonesia dan satu turnamen kontinental. Namun, Saddil percaya, ada satu kekuatan yang mampu menghidupkan semangat bertarung mereka: Bobotoh.
“Harapan saya pribadi, Bobotoh bisa terus mendukung kami sepenuh hati, baik di dalam maupun luar lapangan. Apa pun ajang yang sedang kami jalani, semangat dari mereka sangat berarti,” tutur Saddil, seusai sesi latihan PERSIB di Stadion Sidolig, Bandung.
Ia menambahkan, kehadiran Bobotoh bukan sekadar elemen pelengkap pertandingan. Dukungan moral dan tekanan positif dari suporter menjadi unsur penting dalam membentuk mental juara tim.
“Kadang dalam pertandingan yang berat, bukan hanya taktik yang dibutuhkan. Mental dan dorongan semangat bisa menjadi pembeda. Saya merasakan itu sejak pertama bergabung,” kata pemain kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara itu.
Optimisme yang terpancar dari Saddil tak lepas dari target besar yang kini diusung PERSIB. Setelah mengamankan dua gelar beruntun di musim 2023/24 dan 2024/25, ambisi untuk mencatat sejarah dengan meraih trofi ketiga secara beruntun bukan lagi sekadar impian.
"Ini bukan hanya tentang membela klub, tapi tentang menjadi bagian dari cerita besar. Kita ingin menciptakan sejarah bersama,” ujar Saddil, dengan sorot mata yang tak bisa menyembunyikan ambisinya.
Dalam beberapa pekan terakhir, pelatih kepala PERSIB, Bojan Hodak, terus mengasah komposisi pemain dan variasi taktik. Saddil menjadi salah satu elemen penting dalam skema permainan PERSIB musim ini. Fleksibilitasnya dalam menyisir sisi sayap maupun menembus pertahanan lewat lini tengah memberi warna baru bagi serangan Maung Bandung.
“Saddil menunjukkan progres yang sangat baik dalam latihan. Dia cepat menyatu dengan tim dan memiliki kepercayaan diri tinggi,” puji Hodak dalam kesempatan terpisah.
Bagi Bobotoh, mendukung PERSIB bukan semata urusan kemenangan. Ini adalah soal ikatan emosional, kesetiaan yang diwariskan lintas generasi. Bukan hal yang aneh jika tribun selalu penuh, bahkan dalam laga uji coba atau sesi latihan terbuka.
Rencana peluncuran tim dan jersey baru yang akan digelar akhir pekan ini juga diprediksi bakal dipenuhi oleh ribuan pendukung. Saddil menyebut atmosfer di Bandung sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ia rasakan.
“Saya pernah bermain di beberapa klub dan stadion, tapi atmosfer di sini berbeda. Ada getaran khusus yang mendorong kami untuk tidak menyerah,” katanya.
Liga Super Indonesia 2025/26 memang belum dimulai. Namun, di Bandung, semangat itu sudah terasa jauh sebelum peluit pertama dibunyikan. Dan bagi Saddil Ramdani, musim ini bukan sekadar tentang pertandingan ini tentang merajut mimpi bersama, dengan iringan magis dari ribuan suara Bobotoh yang tak pernah padam. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih