Khofifah Guyur Bonus ke Kontingen LKS Jatim, Bukan Sekadar Juara, Tapi Bukti SMK Bisa Hebat
MERAHPUTIH I SURABAYA – Gedung Negara Grahadi, Jumat malam (1/8), tak hanya menjadi saksi pertemuan formal antara pemimpin daerah dan pelajar berprestasi. Di tempat itulah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas rasa bangganya dengan tulus. Tangannya terbuka lebar untuk menyambut para siswa SMK Jawa Timur, pahlawan muda yang telah mencetak hattrick juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2025.
Jawa Timur kembali merebut mahkota juara umum untuk ketiga kalinya secara beruntun sejak 2023. Tahun ini, 29 medali berhasil dibawa pulang dari 37 bidang lomba, terdiri dari 20 medali emas, 2 perak, dan 6 perunggu. Bahkan dalam kategori eksibisi robot welding, Jatim bertengger di posisi pertama.
Namun di balik medali dan piagam, ada penghargaan yang lebih hangat dari sekadar angka. Khofifah tak sekadar memberikan selamat. Ia memberikan bonus uang tunai, tak hanya kepada siswa peraih medali, tapi juga kepada seluruh peserta, termasuk para guru pembimbing.
"Ini bentuk rasa syukur. Anak-anakku luar biasa, target 18 emas justru terlampaui. Semua dapat bonus, termasuk yang belum meraih medali. Karena mereka juga pejuang," ucap Khofifah dengan mata berkaca-kaca.
Bonus yang disiapkan tidak main-main. Setiap siswa peraih emas menerima Rp10 juta, perak Rp7,5 juta, perunggu Rp5 juta, dan peserta yang belum meraih medali Rp3 juta. Guru pembimbing pun turut diganjar: Rp5 juta untuk pendamping peraih emas, Rp3 juta untuk perak, dan Rp2 juta untuk perunggu.
Lebih dari itu, Khofifah menyisipkan pesan moral: kemenangan ini bukan akhir, tapi pijakan menuju jenjang lebih tinggi.
“Prestasi harus terus dijaga, bahkan ditingkatkan. Kompetisi ke depan bisa saja di tingkat ASEAN atau global. Maka harus ada penguatan dan pendampingan yang lebih advance,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, mengamini bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari perhatian penuh sang Gubernur.
“Banyak kontingen dari provinsi lain bilang iri pada Jatim. Karena hanya Gubernur kami yang benar-benar hadir, melepas, mendampingi, bahkan menyambut pulang siswa dengan hangat dan bonus,” ungkapnya.
Menurut Aries, tambahan bonus dan beasiswa dari sponsor juga jadi penyemangat. Rata-rata, setiap siswa mendapatkan beasiswa senilai Rp385 juta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Anak-anak kami luar biasa. Mereka berlatih, berjuang, dan bertanding dengan dedikasi tinggi. Tidak hanya membawa pulang medali, tapi juga mengangkat nama baik Jatim dan membuktikan bahwa SMK bisa hebat,” tambah Aries.
LKS Nasional bukan sekadar kompetisi. Ia adalah panggung unjuk gigi keterampilan, kreativitas, dan mental baja generasi muda. Dari lomba CAD Building Modelling hingga Restaurant Service, dari Cyber Security hingga Fashion Technology, para siswa SMK Jatim menorehkan prestasi di bidang-bidang yang selama ini identik dengan dunia industri.
Medali emas terbanyak berasal dari bidang teknik dan teknologi, menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur tidak hanya unggul di teori, tapi siap menghadapi realita dunia kerja.
Dan malam itu, di bawah langit Surabaya, Khofifah kembali menegaskan pesan kebanggaan:
“Selamat kembali ke sekolah masing-masing. Bawa semangat ini, tularkan kepada teman-teman. Buktikan bahwa SMK Jatim bisa hebat, dan Jawa Timur akan terus hebat.” (dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih